6a85c7f2897c2f44999c4e69af70a251.ppt
- Количество слайдов: 12
Sistem Pendukung Keputusan Pembelian Barang Menggunakan Metode Electre 1) Anita Devi Setiyawati 2)Sulis Janu Hartati 3)Yoppy Mirza Maulana 1) Program Studi Sistem Informasi STIKOM Surabaya. Email: cienfang@gmail. com 2) Program Studi Sistem Informasi STIKOM Surabaya. Email: sulis@stikom. edu 3) Program Studi Sistem Informasi STIKOM Surabaya. Email: yoppy@stikom. edu Abstract As a company engaged in the sales of motorcycles accessories, Denco Variasi experiencing problems in meeting the ever-changing market demands to follow the latest trend. Therefore, a well planned purchasing strategy is needed by company to gain maximum profit. When slacked market and the product selling capability is low, the item hoarding in the storage area or warehouse cause the company suffered loss. The selling price also getting lower and lower because the economic value of the product is shortened. By this situation nowadays, purchasing department needs a system which able to give several choices of purchasing item. Using Decision Support System which adopt Electre Method can solve this problem. Decision Support System provide the information about product list should be purchased. This result by purchasing history recorded in some period of time and calculated by the rank of criteria pointed by the management. Keywords : Purchasing Item, MCDM, Electre. Kebutuhan transportasi memperdagangkan variasi/aksesoris untuk merupakan suatu hal yang mutlak dalam sepeda motor. Direktur PT. AMX Motor, kehidupan sekarang ini. Hampir semua Andi masyarakat saat ini sudah memiliki alat merupakan pasar aksesoris motor terbesar di transportasi pribadi, yang sebagian besar dunia. Perkembangan tipe-tipe sepeda motor diantaranya berupa sepeda motor. Jumlah yang relatif cepat, juga adanya klub-klub sepeda motor di Indonesia pada tahun 2010 sepeda diprediksi sebanyak 60 juta unit lebih, perkembangan jenis-jenis variasi/aksesoris dengan penjualan sebanyak 6, 7 juta unit tersebut. sepanjang tahun 2010, dan terus meningkat mengalami tiap tahunnya. Besarnya minat akan sepeda permintaan pasar. Salah satunya seperti yang motor dialami oleh Denco Variasi. tersebut alat memicu perusahaan-perusahaan munculnya yang 1 Harjoko mengatakan, motor Hal ini semakin membuat kesulitan dalam Indonesia memacu perusahaan memenuhi
Denco Variasi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di Dalam usaha mencapai keuntungan yang bidang maksimal tersebut, Denco Variasi mengalami perdagangan variasi sepeda motor. Denco beberapa kendala. Menurut penelitian yang Variasi melayani penjualan secara grosir dan dilakukan A Mc. Kinsky & Company (Ipan, eceran. Denco Variasi baru saja melakukan 2009), 10 kendala bisnis utama dalam pengembangan pertumbuhan sistem penjualan dan pengembangan bisnis pembelian yang terkomputerisasi. Namun antara lain 1)tidak terjadinya penjualan, demikian, ada permasalahan yang terjadi di 2)biaya awal yang tinggi, 3)kurangnya Denco Variasi yang belum dapat ditangani keterampilan, 4)tidak adanya produk yang oleh sistem terkomputerisasi tersebut, yaitu baru, 5)akses ke pendanaan, 6)keuntungan adanya beberapa barang yang tidak laku yang terjual selama beberapa periode sehingga kepercayaan diri, 8)pemasok yang berbiaya terjadi penumpukan barang tersebut di tinggi, 9)hambatan birokrasi, dan 10)suku gudang. Dan kadang kala terjadi pula Denco bunga tinggi. Dari kendala-kendala tersebut, Variasi kekurangan barang untuk memenuhi yang terjadi di Denco Variasi diantaraya permintaan pasar. Hal tersebut salah satunya adalah akses ke pendanaan, keuntungan yang disebabkan karena adanya kesulitan dalam tidak hal penentuan prioritas pembelian berbiaya tinggi. Dengan demikian, salah satu barang, karena cara untuk mengatasi kendala yang terjadi di produk variasi tersebut tidak mencukupi, 7)tidak mencukupi, dan pemasok adanya yang memiliki pola penjualan yang dapat berubah Denco Variasi adalah dengan melakukan sewaktu-waktu, dan perubahan harga jual pembelian yang dapat meningkat atau menurun dalam dimaksud dengan pembelian yang optimal periode yang relatif singkat. Munculnya tipe- yaitu melakukan pembelian barang yang tipe sepeda motor yang baru dengan cepat sesuai dengan kebutuhan pasar dan dalam juga mempengaruhi minat pasar akan variasi jumlah yang sesuai. sepeda motor. Adanya model-model variasi barang yang optimal. Yang Dalam melakukan pembelian barang, yang baru dapat menyebabkan produk yang ada beberapa kriteria yang digunakan oleh lama mengalami penurunan harga. Hal-hal Denco Variasi. Kriteria tersebut antara lain, tersebut dapat menghambat perkembangan jumlah perusahaan. sebelumnya dan laba yang didapat dari Seperti perusahaan komersial pada umumnya, Denco Variasi penjualan barang pada periode penjualan tersebut, ketersediaan stok barang berusaha di gudang, besarnya modal yang dialokasikan mendapatkan keuntungan yang maksimal. untuk melakukan pembelian. 2
Untuk mengatasi permasalahan yang diterapkan pada kasus yang terjadi di Denco dihadapi tersebut, maka perlu dibuat suatu Variasi. aplikasi yang dapat membantu Denco Variasi Dengan adanya aplikasi penentuan dalam menentukan prioritas pembelian atau prioritas pemesanan barang, sehingga Denco Variasi menggunakan dapat melakukan pembelian barang sesuai mengatur dengan kebutuhan. diharapkan Denco Variasi dapat melakukan Menurut Criteria Ismail Decision (2005: 2), Making Multi pembelian barang metode untuk pembelian, prioritas electre maka pembelian barang dengan cukup (MCDM) mengingat berkaitan dengan pemilihan dari pilihan yang dengan adanya optimal keterbatasan- keterbatasan yang dimiliki perusahaan. optimal antara alternatif berdasarkan atribut atau kriteria keputusan. Dengan banyaknya METODE kriteria yang ditetapkan oleh Denco Variasi Pembelian Menurut dalam melakukan pembelian barang, maka kamus akuntansi kasus ini dapat dikategorikan dalam MCDM. (Widjajanto, 1994, p 109), pembelian adalah Banyak solusi yang bisa digunakan dalam suatu pemecahan dari MCDM yang ditawarkan. mencatat perolehan barang dagangan untuk Menurut Janko dan Bernoider (2005; 11), dijual kembali, atau memperoleh bahan salah satunya adalah menggunakan metode untuk digunakan dalam proses produksi. perkiraan Tujuan Elimination and Choice Expressing Reality yang dari digunakan kegiatan untuk pembelian (ELECTRE), karena metode electre sangat menurut Render (2001, p 414), adalah : cocok dengan kasus pada Denco Variasi di 1. mana banyak atribut/kriteria alternatif yang dan menempel Membantu identifikasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara eksternal. sedikit 2. pada Mengembangkan, mengevaluasi alternatif-alternatif tersebut. Dari penelitian menentukan yang dilakukan oleh Karnajaya (2008) pengiriman yang terbaik bagi barang dan tentang pemilihan sepeda motor, dan oleh jasa tersebut. Keputusan Wulandari (2010) tentang pemilihan supplier pemasok, harga dan pembelian dan menurut obat dan alat kesehatan, dapat disimpulkan Schiffman dan Kanuk (2004, p 547) adalah bahwa metode electre lebih tepat digunakan pemilihan dari dua atau lebih alternatif pada kasus dengan banyak alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa dan sedikit kriteria yang ditetapkan. Dengan seseorang demikian, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. metode electre cocok untuk 3 dapat membuat keputusan,
Keputusan untuk membeli dapat mengarah akuntansi mencatat kewajiban yang kepada timbul dari transaksi pembelian. bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut dilakukan. Secara garis besar, Jaringan prosedur yang membentuk transaksi sistem akuntansi pembelian adalah: pembelian mencakup beberapa prosedur, 1. Prosedur permintaan pembelian yaitu: Fungsi gudang mengajukan permintaan 1. Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian. Dasar permintaan pembelian kepada fungsi dari pembelian. permintaannya adalah saldo persediaan suatu barang, bila saldo mendekati bagian jumlah minimum, gudang segera 2. maka dalam formulir surat Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok membuat Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan pembelian. 2. permintaan penawaran harga kepada Fungsi pembelian para harga dari melakukan meminta penawaran berbagai pemilihan kemudian membuat kepada pemasok order dan pemasok untuk memeroleh informasi mengenai harga barang dan pemasok, berbagai syarat pembelian yang lain. pembelian 3. pemasok yang dipilih. Order Prosedur order pembelian Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian dibuat rangkap empat (4), pembelian lembar dipilih dan memberitahukan kepada pertama untuk pemasok, kepada unit-unit ketiga untuk perusahaan mengenai order pembelian lembar keempat untuk arsip. 3. Fungsi penerimaan lain yang lembar kedua untuk gudang, lembar voucher, organisasi pemasok dalam yang sudah dikeluarkan perusahaan. memeriksa dan 4. Prosedur penerimaan barang menerima barang yang dikirim oleh pemasok, menyerahkan barang yang pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, diteima kepada fungsi gudang untuk dan disimpan, dan melaporkan penerimaan lalu barang kepada fungsi akuntansi. 4. Fungsi barang. Fungsi akuntansi menerima faktur 5. penerimaan melakukan mutu barang yang diterima membuat laporan penerimaan Prosedur pencatatan utang tagihan dari pemasok dan atas dasar Fungsi akuntansi memeriksa dokumen- faktur dari pemasok tersebut, fungsi dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan faktur dari pemasok dan 4
mengarsip dokumen dan mencatatnya sebagai utang. 6. terstruktur dan umumnya dihadapi oleh para manajer yang berada di tingkat Prosedur distribusi pembelian puncak. Meliputi distibusi rekening yang didebit dari transaksi kepentingan pembelian 2. untuk pembuatan SPK merupakan kumpulan laporan gabungan model antara kualitatif dan kumpulan data. manajemen. 3. SPK memiliki fasilitas interaktif yang dapat mempermudah hubungan antara Sistem Pendukung Keputusan manusia dengan komputer. Menurut Turban oleh Nizetic et. al. (2006: 2), Sistem berbasis 4. komputer SPK bersifat menyesuaikan interaktif, yang membantu para pengambil luwes dan dengan dapat perubahan- perubahan yang terjadi. keputusan yang menggunakan data dan SPK tidak dimaksudkan untuk berbagai model untuk memecahkan masalah menggantikan manajer dalam keputusan, yang namun manajer dan komputer bekerja sama tidak terstruktur. Kemudian didefinisikan lagi menurut Keen oleh Nizetic sebagai tim pemecahan masalah yang berada et. al. (2006: 1) sebagai berikut, Sistem di area semi konduktor yang jelas. Pendukung Keputusan (SPK) memadukan Komponen Sistem Pendukung Keputusan sumber daya intelektual dari individu dengan Suatu SPK memiliki tiga subsistem kapabilitas komputer untuk meningkatkan utama yaitu subsistem manajemen basis data, kualitas keputusan. subsistem manajemen basis model dan Pengambilan keputusan pada subsistem perangkat lunak penyelenggara dasarnya adalah suatu bentuk pemilihan dari dialog (Hasan, 2002: 32). berbagai alternatif tindakan yang mungkin 1. dipilih. Yang prosesnya melalui suatu Kemampuan mekanisme tertentu dengan harapan dapat menghasilkan keputusan terbaik Subsistem Manajemen Basis Data yang dibutuhkan dari manajemen basis data antara lain : sesuai a. Kemampuan untuk mengkombinasikan dengan kriteria yang digunakan. Menurut berbagai Keen oleh Saputra (2002: 6) mengemukakan pengambilan dan ekstraksi data. bahwa ciri-ciri SPK yang dirumuskan oleh b. Keen adalah: 1. SPK ditujukan keputusan-keputusan Kemampuan variasi untuk data melalui menambahkan sumber data secara mudah dan cepat. untuk yang membantu c. kurang Kemampuan untuk menggambarkan struktur data logikal sesuai dengan 5
pengertian pemakai sehingga pemakai mengetahui apa yang tersedia dan dapat grafik, keluaran suara dan sebagainya) dan menentukan kebutuhan penambahan dan basis pengetahuan (kartu referensi, buku pengurangan. d. bahasa tampilan (printer, layar tampilan, manual dan sebagainya). Kombinasi dari Kemampuan untuk menangani data kemampuan-kemampuan di atas terdiri dari secara personil sehingga pemakai dapat apa yang disebut gaya dialog, misalnya mencoba meliputi pendekatan tanya dan jawab, bahasa berbagai alternatif pertimbangan personil. Kemampuan yang harus dimiliki oleh SPK untuk mendukung dialog pemakai/sistem Subsistem Manajemen Basis Model meliputi: Kemampuan yang dimiliki subsistem 2. Kemampuan untuk mengelola berbagai variasi data. e. perintah, menu dan mengisi tempat kosong. a. basis model meliputi: a. variasi gaya dialog. Kemampuan untuk menciptakan model– b. model baru secara cepat dan mudah. b. Kemampuan untuk menangani berbagai untuk mengakses mengintegrasikan Kemampuan tindakan dan untuk pemakai mengakomodasi dengan berbagai peralatam masukan. model–model c. Kemampuan untuk menampilkan data keputusan. c. dengan berbagai variasi format dan Kemampuan untuk mengelola basis peralatan keluaran. model dengan fungsi manajemen yang analog dan manajemen basis d. data Kemampuan dukungan (seperti mekanisme untuk menyimpan, untuk yang memberikan fleksibel untuk mengetahui basis pengetahuan pemakai. membuat dialog, menghubungkan dan mengakses model). 3. Subsistem Multi Criteria Decision Making (MCDM) Perangkat Lunak Menurut Penyelenggara Dialog Fleksibilitas dan (2008: 1), kekuatan Nachtnebel MCDM oleh bertujuan Ziller memilih alternatif terbaik dari suatu set alternatif yang karakteristik SPK timbul dari kemampuan harus memenuhi beberapa tujuan yang telah interaksi antara sistem dan pemakai yang memilki dinamakan sebagaimana yang dikemukakan Howard subsistem dialog. Subsistem (2008: 1), kriteria. MCDM Serta dialog dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu oleh bahasa aksi (papan ketik, panel sentuh, prosedur sistematis untuk mengubah suatu joystick, perintah suara dan sebagainya), keputusan masalah yang kompleks dengan 6 Ziller beberapa sebagai
urutan langkah-langkah tertentu yang dapat membantu pengambil keputusan Metode dalam electre digunakan pada kondisi dimana alternatif yang kurang sesuai sebuah keputusan yang rasional. dengan kriteria dieliminasi, dan alternatif MCDM memiliki beberapa langkah yang sesuai dapat dihasilkan. Dengan kata proses. Menurut Jung oleh Ziller (2008: 1), lain, electre digunakan untuk kasus-kasus mengusulkan proses sebagai berikut : dengan banyak alternatif namun hanya 1. sedikit kriteria yang dilibatkan. Membangun model untuk menjelaskan sistem testruktur, komponen, dan Suatu alternatif dikatakan interaksi antar kriteria. mendominasi alternatif yang lainnya jika satu 2. Definisi tujuan. atau lebih kriterianya melebihi (dibandingkan 3. Spesifikasi kriteria yang relevan untuk dengan kriteria dari alternatif yang lain) dan sama mengidentifikasi tujuan diinginkan dan Menciptakan dan Langkah-langkah mengidentifikasi menjadi nilai yang comparable. Setiap normalisasi dari nilai r ij dapat dilakukan yang ada. alternatif dilakukan Dalam prosedur ini, setiap atribut diubah Menganalisa dampak alternatif pilihan Menimbang yang Langkah 1 : Normalisasi matrik keputusan. yang akan dicapai. 7. yang metode electre adalah sebagai berikut : Mencoba alternatif pilihan yang ada, apakah sudah mampu memenuhi tujuan 6. lain dalam penyelesaian masalah menggunakan alternatif yang mungkin. 5. kriteria tersisa(Kusumadewi dkk, 2006). tidak diinginkan. 4. dengan dan pilihan mengurutkan sesuai dengan Rumus (2. 1) : dari dengan r ij = preferensi pengambil keputusan. x ij ∑ √ , untuk i=1, 2, 3, . . . , m dan j=1, 2, 3, . . . , n. m x 2 ij i=1 ………………(1) Elimination and Choise Expressing Reality Sehingga didapat matriks R hasil (ELECTRE) Menurut Janko dan normalisasi, Bernoider [ r 11 R= r 21. . . r m 1 (2005: 11), electre merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan R dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap adalah r 12. . . r 22. . . r 1 n r 2 n r m 2. . . r mn matriks ] yang telah dinormalisasi, dimana m menyatakan kriteria yang sesuai. alternatif, n menyatakan kriteria dan r 7 ij
adalah normalisasi pengukuran pilihan Ckl = { j, ykj ≥ ylj }, untuk j = 1, 2, 3, …, n dari alternatif ke-i dalam hubungannya ………………. (2. 3) dengan kriteria ke-j. Sebaliknya, komplementer dari subset Langkah 2 : Pembobotan pada matrik yang ini adalah discordance, yaitu bila : telah dinormalisasi. Dkl = { j, ykj < ylj }, untuk j = 1, 2, 3, …, n Setelah di normalisasi, setiap kolom dari ……………. (2. 4) matrik R dikalikan dengan bobot-bobot Langkah 4 : Hitung matriks concordance (wj) yang ditentukan oleh pembuat dan discordance. keputusan. Sehingga, normalized matrix weighted a. Concordance adalah V=RW yang Untuk menentukan nilai dari elemen- ditulis dalam Rumus (2. 2) ini : [ v 11 v 12 V= v 21 v 22. . . v m 1 v m 2 elemen pada matriks concordance . . . v 1 n v 2 n . . . v mn ] adalah dengan menjumlahkan bobot yang termasuk dalam subset = concordance, secara matematisnya adalah pada Rumus (2. 5): c kl = ∑ w j …………(2. 5) j. C w [ w 1 r 11 RW= w 1 r 21. . . w 1 r m 1 w 2 r 12 w 2 r 22 . . . wn r 1 n wn r 2 n w 2 r m 2 . . . w n r mn ] Sehingga matrik concordance yang . . . dihasilkan adalah : [ . . (2) dimana W adalah [ w 1 W= 0. . . 0 0 w 2 0 0 . . . 0 0 0 . . . wn ] , dan c 12 − − C= c 21. . . c m 1 c 13 c 23 . . . c m 2 c m 3. . . c 1 n c 2 n − ] b. Discordance n ∑ w=1 i=1 Untuk menentukan nilai dari elemen pada matriks discordance adalah dengan membagi maksimum Langkah 3 : Menentukan concordance dan selisih nilai kriteria yang termasuk discordance set. dalam subset discordance dengan Untuk setiap pasang dari alternatif k dan maksimum l ( k, l = 1, 2, 3, …, m dan k ≠ l ) kumpulan kriteria J dibagi menjadi dua subsets, selisih yang nilai ada, matematisnya adalah : yaitu concordance dan discordance. Bilamana sebuah kriteria dalam suatu alternatif termasuk concordance adalah : 8 seluruh secara
d kl = n {max (v mn − ln )}; m, n ε D kl {max (v mn − ln )}; m, n=1, 2, 3, . . . d= ……………. …. (2. 6) Sehingga diperoleh [ G d 12 − d 13 d 23 . . . d 1 m c 2 m d m 2 d m 3 . . . − sebagai ] matriks dominan ditentukan sebagai berikut : gkl = 0, jika ckl ≥ d dan gkl = 1, jika ckl <d Langkah 6 : Menentukan aggregate dominance matrix. concordance dan discordance. Langkah selanjutnya adalah menentukan a. Concordance aggregate dominance matrix sebagai Matrik dominan concordance dapat dengan threshold, ………………. (2. 8) m∗ (m− 1) discordance Langkah 5 : Menentukan matrik dominan dibangun ∑ ∑ d kl k=1 l=1 dan nilai setiap elemen untuk matriks matrik discordance : − D= d 21. . . d m 1 n bantuan yaitu matriks nilai E, merupakan dengan yang setiap perkalian elemennya antara matriks F dengan elemen matriks G, membandingkan setiap nilai elemen sebagai berikut : matriks concordance dengan nilai ekl = fkl x gkl …………………. threshold. (2. 9) Ckl ≥ c Langkah 7 : Eliminasi alternatif yang less dengan nilai threshold ( c ), adalah : n c= favourable. n ∑ ∑ ckl k=1 l=1 elemen Matriks E memberikan urutan pilihan dari …………………. (2. 7) m∗ (m− 1) setiap alternatif, yaitu bila ekl = 1 maka dan nilai setiap elemen matriks F alternatif A k merupakan pilihan yang lebih sebagai baik daripada Al. Sehingga baris dalam matriks dominan concordance ditentukan sbb : matriks E yang memiliki jumlah ekl = 1 fkl = 1, jika ckl ≥ c dan fkl = 0, jika ckl < paling sedikit dapat dieliminasi. Dengan c demikian alternatif terbaik adalah yang mendominasi alternatif lainnya. b. Discordance Untuk membangun matriks dominan discordance juga Gambaran umum sistem pendukung menggunakan keputusan pembelian barang dapat dilihat bantuan nilai threshold, yaitu : pada Gambar 1. Proses pembobotan dengan electre 9 menghasilkan suatu nilai
perangkingan dari berbagai barang yang keputusan ini telah berjalan dengan baik dan memungkinkan untuk dibeli. sesuai dengan yang diharapkan. Data alternatif yang digunakan didapat dari data penjualan berdasarkan periode yang dipilih, data barang dengan stok Gambar 1 Gambaran Umum SPK Pembelian Barang Pada Gambar 2 minimum dan kategori yang ditentukan. Berikut merupakan proses pembobotan alternatif untuk tiap kriteria yang digunakan. menjelaskan external entity yang berhubungan dengan proses sistem pembelian pendukung barang. Terdapat keputusan 4 (empat) external entity yaitu: manajer pembelian, SI Gambar 3 Display Data Alternatif penjualan, SI pembelian, dan gudang. Tanda panah menuju ke sistem menunjukan aliran data yang diberikan oleh external entity kepada sistem, sedangkan tanda panah dari sistem menuju external entity menunjukan aliran data yang diberikan oleh sistem kepada Gambar 4 Proses Pembobotan Data Alternatif Untuk Kriteria Total Laba Penjualan external entity. Gambar 5 Proses Pembobotan Data Alternatif Untuk Kriteria Persentase Laba Penjualan Gambar 2 Context Diagram HASIL DAN PEMBAHASAN Dilakukan mengecek uji apakah coba sistem ini untuk Gambar 6 Proses Pembobotan Data Alternatif Untuk Kriteria Stok Minimum pendukung 10
telah dilakukan evaluasi, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Perhitungan dan pembobotan menggunakan metode electre mampu diimplementasikan dengan baik pada sistem pendukung keputusan pembelian barang, dengan studi kasus pada Denco Gambar 7 Proses Pembobotan Data Alternatif Untuk Kriteria Kategori Barang Khusus untuk data alternatif berupa Variasi. 2. Sistem pendukung keputusan pembelian kategori barang, proses pembobotan dilakukan barang secara manual, karena data berupa data kualitatif. menginputkan pemilihan kriteria dan Selanjutnya dilakukan pembobotan yang dibangun dapat bobot kriteria dari pengguna. kriteria yang digunakan. 3. Penentuan prioritas pembelian barang menggunakan perhitungan metode electre sudah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Faktor eksternal penentu keputusan Gambar 8 Proses Pembobotan Kriteria nilai bobot tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini. Setelah data alternatif dan kriteria memiliki pengguna masing-masing, SARAN dilakukan proses perhitungan electre. Hasil Adapun beberapa saran yang dapat perhitungan dapat dilihat pada Gambar 9. disampaikan untuk mengembangkan aplikasi yang telah dibuat antara lain: 1. Aplikasi Multi Criteria Decision Making ini dapat dikembangkan agar dapat memiliki kriteria yang lebih dinamis Gambar 9 Hasil Perhitungan Electre untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. KESIMPULAN Setelah melakukan 2. analisa, pendukung keputusan dikembangkan suatu sistem terintegrasi antar bagian pada Denco merancang sistem dan membuat aplikasi sistem Dapat Variasi, sehingga proses bisnis yang pembelian terjadi pada perusahaan lebih efektif dan barang menggunakan metode electre, serta efisien. 11
3. Sistem pendukung keputusan pembelian Utama Menurut Penelitian, Maret 2009, URL: http: //ipan. web. id/kewirausahaandan-strategi-bisnis-dankewirausahaan-10 -kendala-bisnisutama-menurut-penelitian/ barang ini juga dapat dikembangkan bukan hanya untuk penentuan pembelian barang, tetapi juga dalam pemilihan supplier, dan kasus lainnya. Rahardjo, Jani, dkk, 2000, Penerapan Multi. Criteria Decision Making Dalam Pengambilan Keputusan Sistem Perawatan, Jurnal Teknik Industri, 2 (1), 1 -12. RUJUKAN David L. , Olson, 1999, Comparison of three multicriteria methods to predict known outcames, URL: http: //www. elsevier. com/locate/dsw Rahmah, Nur Intan, 2011, Sistem Akuntansi Pembelian, 23 September 2011, URL: http: //www. jtanzilco. co m/main/index. php/component/conte nt/article/1 -kap-news/164 -sistemkuntansipembelian Hasan, I. , 2002, Pokok–Pokok Materi Teori Pengambilan Keputusan, Ghalia Indonesia, Jakarta. Ismail, Hossam. 2005. Operation Modelling and Simulation Presentation, (Online), (http: //www. liv. ac. uk/~hsismail/EB US 504/10_MCDA. pdf, diakses 20 Maret 2008). Saputra, Agung, 2002, Sistem Pendukung Keputusan, URL: http: //www. geocities. com/agungsap 2002/spk 1. pdf. Janko, Wolfgang dan Bernroider, Edward, 2005, Multi-Criteria Decision Making An Application Study of ELECTRE & TOPSIS, URL: wwwai. wuwien. ac. at/~bernroid/lehre/seminare /ws 04/. Suryadi K. dan M. A. Ramdhani, 1998, Sistem Pendukung Keputusan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung. Schiffman, L. G. , & Kanuk, L. L. , 2004, Consumer Behaviour (8 th ed), Pearson Education Inc. , New Jersey. Widjajanto, Nugroho, 1994, Kamus Akuntansi, Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta. Karnajaya, Anak Agung Alit, 2008, Skripsi : Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Sepeda Motor Honda Menggunakan Metode Electre Berbasis Web, STIKOM Surabaya. Wulandari, Retno Ayu Pramudhani, 2010, Skripsi : Penerapan Metode Promethee dan Electre Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Obat dan Alat Kesehatan (Studi Kasus: PT. Mitra Farma Anugerah Lestari Kediri), STIKOM Surabaya. Nizetic, Ivana, Kresimir Fertalj, and Boris Milasinovic, 2006, An Overview of Decision Support System Concepts, Faculty of Electrical Engineering and Computing, University of Zagreb, Croatia. Ziller, Annette, Michaela Wörndl, and Andrea Bichler, 2008, Multi_criteria_decision_making_Ju ne_2008_2. doc, -, -. Pranashakti, Ipan, 2009, Kewirausahaan dan Strategi Bisnis: 10 Kendala Bisnis 12
6a85c7f2897c2f44999c4e69af70a251.ppt