Скачать презентацию PKLH Pascasarjana UNPAK ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT Скачать презентацию PKLH Pascasarjana UNPAK ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT

a0df6d0885dbfd76b4ef1a2ab968c5bd.ppt

  • Количество слайдов: 35

PKLH Pascasarjana UNPAK PKLH Pascasarjana UNPAK

ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT

ENVIRONMENT • • • KESEIMBANGAN KEHARMONISAN KOMPETISI KEANEKARAGAMAN BERKELANJUTAN Physical Chemical LINGKUNGAN ALAM LINGKUNGAN ENVIRONMENT • • • KESEIMBANGAN KEHARMONISAN KOMPETISI KEANEKARAGAMAN BERKELANJUTAN Physical Chemical LINGKUNGAN ALAM LINGKUNGAN BINAAN LINGKUNGAN SOSIAL BIOTIK ABIOTIK

POPULATION • • PERTAMBAHAN PENDUDUK KELAHIRAN KEMATIAN MIGRASI KESEHATAN MAKANAN FEKUNDITAS POPULATION • • PERTAMBAHAN PENDUDUK KELAHIRAN KEMATIAN MIGRASI KESEHATAN MAKANAN FEKUNDITAS

 • Populasi dunia 1950 -2011 • Populasi dunia 1950 -2011

 • • • Republik Rakyat Cina (1. 306. 313. 812 jiwa) India (1. • • • Republik Rakyat Cina (1. 306. 313. 812 jiwa) India (1. 103. 600. 000 jiwa) Amerika Serikat (298. 186. 698 jiwa) Indonesia (241. 973. 879 jiwa) Brasil (186. 112. 794 jiwa) Pakistan (162. 419. 946 jiwa) Bangladesh (144. 319. 628 jiwa) Rusia (143. 420. 309 jiwa) Nigeria (128. 771. 988 jiwa) Jepang (127. 417. 244 jiwa)

Fertilitas atau kelahiran adalah: -Istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup Fertilitas atau kelahiran adalah: -Istilah dalam demografi yang mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang atau sekelompok wanita (proses reproduksi). - Hasil reproduksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita, fekunditas ini berarti potensi fisik seorang wanita untuk melahirkan anak. -Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. -Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.

 • Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada • Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. • Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9. 5 berarti pada populasi 100. 000 terdapat 950 kematian per tahun. • Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.

 • Sepuluh negara dengan tingkat mortalitas terbesar adalah: • Angola 192. 50 • • Sepuluh negara dengan tingkat mortalitas terbesar adalah: • Angola 192. 50 • Afganistan 165. 96 • Sierra Leone 145. 24 • Mozambik 137. 08 • Liberia 295. 00 • Niger 122. 66 • Somalia 118. 52 • Mali 117. 99 • Tajikistan 112. 10 • Guinea-Bissau 108. 72

Migrasi atau mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain : Migrasi atau mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain : • Migrasi internasional (migrasi antarnegara) yang terdiri dari imigrasi, emigrasi, dan remigrasi. • Imigrasi adalah masuknya penduduk asing yang menetap ke dalam sebuah negara. • Emigrasi adalah pindahnya penduduk keluar negeri untuk menetap di sana. • Remigrasi adalah pemulangan kembali penduduk asing ke negara asalnya. • Migrasi nasional (migrasi lokal), terdiri dari: • Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. • Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya ke pulau yang masih jarang penduduknya. • Ruralisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di desa. • Evakuasi yaitu perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya.

Morbiditas • Pada pengobatan dan epidemiologi, kata morbiditas dapat merujuk kepada pernyataan terkena penyakit Morbiditas • Pada pengobatan dan epidemiologi, kata morbiditas dapat merujuk kepada pernyataan terkena penyakit (dari bahasa Latin morbidus: sakit, tidak sehat), • Setiap gangguan di dalam fungsi maupun struktur tubuh seseorang dianggap sebagai penyakit. • meratanya penyakit: jumlah kasus pada populasi, • insiden penyakit: jumlah kasus baru pada populasi. • Cacat terlepas dari akibat (contoh cacat disebabkan oleh kecelakaan). • Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

Menurut Malthus, pertumbuhan jumlah penduduk, bila tidak dikendalikan, akan naik menurut deret ukur (1, Menurut Malthus, pertumbuhan jumlah penduduk, bila tidak dikendalikan, akan naik menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, dst). Produksi pangan meningkat hanya menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, dst). Di Indonesia dengan ledakan penduduk saat ini, mengakibatkan dampak sosial yaitu mengalami krisis pangan. Bahkan di dunia pun terjadi krisis pangan global.

Fekunditas secara umum berarti kemampuan untuk bereproduksi. Dalam biologi, fekunditas adalah laju reproduksi aktual Fekunditas secara umum berarti kemampuan untuk bereproduksi. Dalam biologi, fekunditas adalah laju reproduksi aktual suatu organisme atau populasi yang diukur berdasarkan jumlah gamet, biji, ataupun propagula aseksual. Dalam bidang demografi[1][2], fekunditas adalah kapasitas reproduksi potensial suatu individu ataupun populasi. Fekunditas berada di bawah kontrol genetik maupun lingkungan dan merupakan ukuran utama kebugaran biologi suatu spesies.

 • Survei Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka • Survei Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia telah mencapai angka 237, 56 juta, sebuah angka yang oleh Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 -2025 diprediksikan baru tercapai pada 2015. • RPJPN memprediksi bahwa pada tahun 2010 ini penduduk Indonesia baru mencapai 232 juta orang. • Sementara Indeks Pembangunan Manusia Indonesia pada tahun 2009 tercatat berada peringkat ke 108 dari 188 negara di dunia.

 • Bank Dunia 2001 luas hutan mangrove di Indonesia mengalami penurunan yang sangat • Bank Dunia 2001 luas hutan mangrove di Indonesia mengalami penurunan yang sangat signifikan, 4, 25 juta hektar pada tahun 1982, menjadi 3, 24 juta hektar pada tahun 1987 dan, menjadi hanya 2, 06 juta hektar pada tahun 1995. • Bank Dunia (2003) dan Departemen Kehutanan melaporkan tingkat deforestasi di Indonesia telah mencapai lebih dari dua juta hektar per tahun. Apabila tingkat kehilangan hutan ini tetap 2 juta hektar per tahun, maka 48 tahun ke depan, seluruh wilayah Indonesia akan menjadi gurun pasir yang gundul dan panas. • Lautan di Indonesia juga mengalami kerusakan terumbu karang. Data dari Bank Dunia bahwa saat ini sekitar 41% terumbu karang dalam keadaan rusak parah, 29% rusak, 25% lumayan baik, dan hanya 5% yang masih dalam keadaan alami. • Beberapa kawasan yg sibuk dgn pelayaran atau perairan yang bersinggungan dengan kota- kota besar, seperti perairan teluk Jakarta dan Surabaya mengalami pencemaran. • Ir. Boby Setiawan MA. , Ph. D, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, untuk mamalia terdapat sekitar 112 jenis yang terancam punah di Indonesia. Sementara untuk burung, terdapat sekitar 104 jenis yang mengalami ancaman serius.

DEVELOPMENT • PERTUMBUHAN EKONOMI • KUALITAS SDM • PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DEVELOPMENT • PERTUMBUHAN EKONOMI • KUALITAS SDM • PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

PERTUMBUHAN EKONOMI • Selama lebih dari 30 tahun pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto, ekonomi PERTUMBUHAN EKONOMI • Selama lebih dari 30 tahun pemerintahan Orde Baru Presiden Soeharto, ekonomi Indonesia tumbuh dari GDP per kapita $70 menjadi lebih dari $1. 000 pada 1996. • Melalui kebijakan moneter dan keuangan yang ketat, inflasi ditahan sekitar 5%-10%, rupiah stabil dan dapat diterka, dan pemerintah menerapkan sistem anggaran berimbang, • Pada pertengahan 1980 -an pemerintah mulai menghilangkan hambatan kepada aktivitas ekonomi. Langkah ini ditujukan utamanya pada sektor eksternal dan finansial dan dirancang untuk meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan di bidang ekspor non-minyak. • GDP nyata tahunan tumbuh rata-rata mendekati 7% dari 19871997, dan banyak analisis mengakui Indonesia sebagai ekonomi industri dan pasar utama yang berkembang. • Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari 1987 -1997 menutupi beberapa kelemahan struktural dalam ekonomi Indonesia

 • Krisis finansial Asia Tenggara yang melanda Indonesia pada akhir 1997 dengan cepat • Krisis finansial Asia Tenggara yang melanda Indonesia pada akhir 1997 dengan cepat berubah menjadi sebuah krisis ekonomi dan politik. Respon pertama Indonesia terhadap masalah ini adalah menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk mengendalikan naiknya inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah, dan memperketat kebijakan fiskalnya. • Pada Oktober 1997, Indonesia dan International Monetary Fund (IMF) mencapai kesepakatan tentang program reformasi ekonomi yang diarahkan pada penstabilan ekonomi makro dan penghapusan beberapa kebijakan ekonomi yang dinilai merusak, antara lain Program Permobilan Nasional dan monopoli, yang melibatkan anggota keluarga Presiden Soeharto. Rupiah masih belum stabil dalam jangka waktu yang cukup lama, hingga pada akhirnya Presiden Suharto terpaksa mengundurkan diri pada Mei 1998.

Di bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden Di bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B. J Habibie. Presiden Gus Dur yang terpilih sebagai presiden pada Oktober 1999 kemudian memperpanjang program tersebut. Pada 2010 Ekonomi Indonesia sangat stabil dan tumbuh pesat. PDB bisa dipastikan melebihin Rp 6300 Trilyun [1] meningkat lebih dari 100 kali lipat dibanding PDB tahun 1980. Setelah India dan China, Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang tumbuh paling cepat diantara 20 negara anggota Industri ekonomi terbesar didunia G 20.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. [1] Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri. [2] Oleh sebab itu, tepatmomentumnya jika kita merenungkan masalah teknologi, menginventarisasi yang kita miliki, memperkirakan apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya memperoleh teknologi yang kita perlukan itu, serta mengamati betapa besar dampaknya terhadap transformasi budaya kita. [2] Sebagian dari kita beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru. [3] padahal, kalau kita membaca sejarah, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer. [3] Setiap zaman memiliki teknologinya sendiri. [3]

Tabel PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia dari tahun ke tahun[2] oleh IMF dalam juta Tabel PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia dari tahun ke tahun[2] oleh IMF dalam juta rupiah. Tahun PDB 1980 60, 143. 191 1985 112, 969. 792 1990 233, 013. 290 1995 502, 249. 558 2000 1, 389, 769. 700 2005 2, 678, 664. 096 2010 6, 422, 918. 230

ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT ENVIRONMENT POPULATION DEVELOPMENT

Kependudukan dan Lingkungan Hubungan yang komplek • Antara 1960 dan 1999, pupulasi dunia bertambah Kependudukan dan Lingkungan Hubungan yang komplek • Antara 1960 dan 1999, pupulasi dunia bertambah 2 x lipat, dari 3 milyar menjadi 6 milyar. • Refleksi pada tingkat kesejahteraan penduduk: Laju kematian anak menurun, angka harapan hidup tinggi, dan manusia pada kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan keadaan sebelumnya. • Perubahan lingkungan global: polusi meningkat, sumber daya alam menyusut, dan naiknya level permukaan air laut.

Implikasi lingkungan terhadap dinamika penduduk • Hubungan antara faktor-faktor demografi (jumlah, distribusi, komposisi) terhadap Implikasi lingkungan terhadap dinamika penduduk • Hubungan antara faktor-faktor demografi (jumlah, distribusi, komposisi) terhadap – Perubahan lingkungan. • Faktor-faktor pendorong: Teknologi, Kebijakan, dan tekanan budaya. • Dua aspek khusus pada perubahan lingkungan yang disebabkan dinamika penduduk adalah perubahan iklim dan perubahan fungsi lahan.

SPECIFIC POPULATION FACTORS • Population Size • Populasi penduduk mencapai 6. 1 jmilyar pada SPECIFIC POPULATION FACTORS • Population Size • Populasi penduduk mencapai 6. 1 jmilyar pada tahun 2000. The United Nation projects that world population for the year 2050 could range from 7. 9 billion to 10. 9 billion, depending on the actions we take today. • Population Distribution • • • First, as less-developed regions cope with a growing share of population, pressures intensify on already dwindling resources within these areas. Second, migration shifts relative pressures exerted on local environments, Finally, urbanization, • Population Composition • • • different population subgroups behave differently Migration propensities vary by age Income is especially relevant to environmental conditions

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG Teknologi, Kebijakan, dan pengaruh budaya terhadap dinamika Penduduk dan lingkungan World Energy FAKTOR-FAKTOR PENDORONG Teknologi, Kebijakan, dan pengaruh budaya terhadap dinamika Penduduk dan lingkungan World Energy Consumption, 1850 -1990

TWO SPECIFIC AREAS OF POPULATIONENVIRONMENT INTERACTION • Land Use • • Pemenuhan sumber daya TWO SPECIFIC AREAS OF POPULATIONENVIRONMENT INTERACTION • Land Use • • Pemenuhan sumber daya sesuai dengan tingkat pertumbuhan penduduk akan merubah bentuk tata guna lahan – Hal ini disebabkan bahawa meningkatkan produksi sumber pangan melalui pembukaan hutan, pengembangan infrastruktur. Konversi lahan untuk pertanian akan menjadi penyebab menurunnya kualitas lahan seperti erosi, pencemaran zat kimia dari pupuk, dan berkurangnya sumber-sumber air. • Global Climate Change • • Hasil penelitian menunjukan temperatur akan meningkat akibat efek gas green house Demografi akan mempengaruhi : 1) konsumsi energi dan produk industri, 2) Perubahan fungsi lahan, dan 3) proses-proses pertanian

Population Growth Impacts on the Environment Population Facts - dalam 22 tahun kedepan air Population Growth Impacts on the Environment Population Facts - dalam 22 tahun kedepan air sudah kritis --- khususnya, 434 juta orang akan kekurangan air. Tergantung pada laju pertambahan penduduk, antara 2. 6 milyar and 3. 1 milyar orang akan hidup dengan kesulitan air pada th 2025. Scarce Cropland ---Jumlah orang yang hidup pada lahan pertanian kritis diproyeksikan antara 600 juta sampai 986 juta orang pada tahun 2025 Fisheries --- Sebagian besar perikanan laut sudah maksimum akan terus menurun produksinya. Forests --- Sekarang ini 1, 7 milyar orang hidup di 36 negara dengan luas hutan kurang dari 1 hektar Global Warming --- 1998, dominasi emisi CO 2 akan berlipat ganda menjelang tahun 2025 Species Extinction --- Lebih dari 1. 1 milyar orang tinggal pada daerah yang menjadi target konservasi keanekaragaman hayati Consumption Plus Population ; Ketika populasi meningkat, maka akan berdampak pada komsumsi sumber daya dengan permasalahan yang berganda.

THE THOERY OF POPULATION AND ENVIRONMRNT LINKS Setiap interaksi manusia dengan lingkungan – akan THE THOERY OF POPULATION AND ENVIRONMRNT LINKS Setiap interaksi manusia dengan lingkungan – akan terdapat tiga elemen yang mempengaruhi. Elemen-elemen tersebut akan membentuk rumus menurut Ehrlich and Holdren: I = P x A x T, or Impact = Population x Affluence x Technology

Batasan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup • Suatu program kependidikan untuk membina anak didik Batasan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup • Suatu program kependidikan untuk membina anak didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang rasional serta bertanggungjawab tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungan hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia

Pendidikan Kependudukan • Proses pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai dalam dinamika kependudukan di masyarakat, Pendidikan Kependudukan • Proses pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai dalam dinamika kependudukan di masyarakat, status seks dan tingkah lakunya dalam mewujudkan peranan anggota keluarga ddalam meningkatkan kualitas keluarga

Pendidikan Kependudukan & Lingkungan hidup • Proses pengenalan nilai dan penanaman konsep dan keterampilan Pendidikan Kependudukan & Lingkungan hidup • Proses pengenalan nilai dan penanaman konsep dan keterampilan untuk mengapresiasi saling hubungan antara manusia, kebudayaan dan lingkungan biofisiknya

Tujuan • Mengembangkan pengetahuan tentang konsep dasar kependudukan dan lingkungan hidup • Mengembangkan kesadaran Tujuan • Mengembangkan pengetahuan tentang konsep dasar kependudukan dan lingkungan hidup • Mengembangkan kesadaran terhadap adanya masalah kependudukan dan lingkungan hidup masa kini dan prospeknya di masa datang • Membina kesadaran akan perlunya mengatasi masalah persebaran dan pertumbuhan penduduk serta kemerosotan kualitas lingkungan • Mengembangkan pengetahuan dan pengertian tentang hubungan saling mempengaruhi antara dinamika kependudukan dengan sosial budaya, ekonomi dan teknologi serta kualitas lingkungan • Mengembangkan nilai dan sikap positif yang mengarah pada pembentukan keluarga yang bertanggungjawab terhadap lingkungan hidup yang serasi dan menjamin kehidupan yang sejahtera dan berkesinambungan