2a39e856d3eda577dfdd66afa907852f.ppt
- Количество слайдов: 31
PENDAPATAN NASIONAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM Wiwik Hasbiyah, MA
Pengertian Pendapatan Nasional Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang. ¡ Istilah yang terkait dengan pendapatan nasional ¡ PDB = Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan ¡ PNB = dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar negeri Pendapatan nasional merupakan ukuran dasar dari performasi perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Selain itu juga memperlihat hubungan antara variabel makroekonomi, yaitu output, pendapatan dan pengeluaran. ¡
Arus Pendapatan dan pengeluaran Jasa-jasa dari faktor produksi barang & jasa Perusahaan Pengeluaran Gaji, bunga, dividen, laba dan sewa Rumah Tangga
Diagram Arus Melingkar Pembelian barang & jasa buatan dalam negeri oleh orang asing (eksport) Pembelian barang & jasa buatan luar negeri (Import) Luar Negeri Pembelian barang & jasa Perusahaan Pajak Pemerintah Gaji, bunga, dividen, laba dan sewa Pembayaran gaji, bunga, transfer Rumah Tangga
Metode Menghitung Pendapatan Nasional ¡ Metode Produksi l l Didasarkan pada penjumlahan nilai tambah bruto (gross value added) dari semua sektor produksi. Menurut BPS sektor tersebut meliputi: ¡ l Pertanian; Pertambangan & Penggalian; Industri pengolahan; Listrik, gas dan air bersih; Bangunan; Perdagangan, restoran, dan hotel; Pengangkutan dan komunikasi; Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan; Jasajasa Contoh: Biji gandum/kg dijual Rp. 1500; Gandum terigu= 2000; Terigu roti = 3000; Roti roti bakar = 3500
PDB Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 (Triliun Rupiah)
Metode Menghitung Pendapatan Nasional(2) ¡ Metode Pengeluaran l Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan: Rumah tangga konsumen (C) ¡ Rumah tangga swasta/produsen (I) ¡ Rumah tangga pemerintah (G) ¡ Export netto (X – M) ¡ l Secara matematik dirumuskan ¡ l Y = AE = C + I + G + (X – M) AE = Agregate Expenditure Hasil perhitungan dengan metode ini sering disebut dengan Produksi Nasional Brutto (GNP)
GNP Menurut Penggunaan Triwulan IV Tahun 2004 Dan Triwulan I Tahun 2005 (triliun rupiah
Metode Menghitung Pendapatan Nasional (3) ¡ Metode Pendapatan l Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor produksi dalam perekonomian: Tenaga kerja (W) ¡ Modal (i) ¡ Tanah (R) ¡ Skill/entrepreneurship (P) ¡ l l Rumus = YW + Yi + YR + YP Hasil perhitungan ini sering disebut dengan pendapatan nasional (National Income=NI)
REAL VERSUS NOMINAL GDP ¡ ¡ GDP Nominal mengukur nilai output atau pendapatan nasional dalam suatu periode tertentu menurut harga pasar yang berlaku pada periode tersebut (current price) GDP riil mengukur nilai output atau pendapatan nasional dalam suatu periode tertentu menurut harga pasar yang berlaku pada periode tertentu menurut harga yang ditentukan (harga pada tahun dasar/harga konstan)
Paradigma Konvensional ¡ ¡ ¡ Konsep tingkat kesejahteraan hidup (standard of living) dalam ekonomi konvensional banyak didekati dari ide fungsi utilitas, dimana kesejahteraan bergantung pada keadaan sejumlah kebutuhan moneter dan non-moneter. Pada periode setelah perang dunia II, standard of living sepenuhnya dipahami dalam ukuran-ukuran material murni; yaitu penguasaan barang dan jasa. Konsep ini secara natural membawa pada penggunaan PDB riil per kapita sebagai indikator utama kesejahteraan. l ¡ PDB mengukur jumlah barang dan jasa yang dihasilkan perekonomian dalam kurun waktu tertentu. PDB per kapita gagal merefleksikan sejumlah aspek penting dari kesejahteraan manusia. l l Kelemahan-kelemahan ini membawa kita pada pemahaman yang keliru dan cenderung over-estimate tentang tingkat kesejahteraan perekonomian yang sebenarnya. Fokus pada PDB per kapita akan membuat pengambil kebijakan terlalu bias pada pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan kebijakan.
Keterbatasan PDB Konvensional … (1/4) ¡ PDB seringkali gagal mencerminkan kesejahteraan penduduk. l Seringkali barang dan jasa yang amat dibutuhkan oleh penduduk, tidak diproduksi. Karena itu daerah dengan PDB per kapita yang tinggi tidak selalu mencerminkan penduduk-nya hidup lebih baik dari penduduk di daerah dengan PDB per kapita yang lebih rendah.
Keterbatasan PDB Konvensional … (2/4) ¡ PDB adalah ukuran yang jauh dari sempurna untuk secara tepat menggambarkan besarnya output suatu perekonomian. l l l PDB konvensional tidak memperhitungkan kegiatan sektor informal. PDB gagal menghitung kegiatan-kegiatan yang tidak diperdagangkan di pasar seperti misalnya kegiatan rumah tangga, kegiatan amal dan sukarela. PDB gagal memperhitungkan penurunan cadangan sumber daya alam dan penurunan kualitas lingkungan. ¡ Studi Repetto, et. al menunjukkan bahwa perhitungan yang tepat terhadap degradasi lingkungan, akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 3 persen! (R. Repetto, W. Magrath, M. Wells, C. Beer, dan F. Rossini, Wasting Assets: Natural Resources in the National Income Accounts. Washington, DC: World Resources Institute, Juni 1989. )
Keterbatasan PDB Konvensional … (3/4)
Keterbatasan PDB Konvensional … (4/4) ¡ PDB tidak mampu memperhitungkan perubahan dalam kualitas output. l ¡ PDB tidak menceritakan kepada kita bagaimana barang dan jasa didistribusikan diantara penduduk. l ¡ Contoh klasik: komputer, dimana kualitas barang telah mengalami perbaikan secara dramatis sementara harganya jatuh secara tajam. PDB per kapita tidak menggambarkan keadilan dan pemerataan. PDB tidak menceritakan kepada kita bagaimana barang dan jasa diproduksi. l Bisa jadi pertumbuhan ekonomi dihasilkan dari kegiatan ekonomi yang mubazir dan tidak efisien, zhalim dan merusak penghidupan pihak lain, dll.
Makna Pertumbuhan Ekonomi … ¡ Fokus yang berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam banyak aspek telah membahayakan kehidupan ekonomi generasi mendatang. l ¡ Pertumbuhan ekonomi berjalan beriring dengan pertumbuhan penggunaan (eksploitasi) sumber daya alam. Pertumbuhan dalam eksploitasi sumber daya alam sebagian merefleksikan: (i) kenaikan permintaan akibat pertumbuhan penduduk, dan sebagian lagi merefleksikan: (ii) pertumbuhan output per kapita dan, (iii) pertumbuhan konsumsi per kapita. l l Sepanjang abad 20, jumlah penduduk dunia naik 4 kali lipat dan output industri meningkat 40 kali lipat. Pada saat yang sama, konsumsi per kapita di negara maju jauh meningkat dibandingkan 100 tahun yang lalu.
Pertumbuhan Ekonomi dan Excessive Consumption … (1/2) ¡ Evaluasi konsumsi apakah berlebihan atau tidak; dapat dilakukan berdasarkan 2 kriteria: the discounted present value dari arus utilitas (the maximize present value criterion) dan perbaikan kesejahteraan sosial intertemporal (the sustainability criterion). l l l ¡ Pangsa konsumsi terhadap output lebih tinggi dari yang seharusnya diidentifikasi berdasarkan kriteria the maximize present value. Banyak negara gagal memenuhi kriteria keberlanjutan: investasi dalam human capital dan physical capital tidak mencukupi untuk meng-offset penurunan dalam natural capital. Di negara-negara miskin, kurang-nya investasi tidak berimplikasi pada excessive consumption, konsumsi dan investasi keduanya tidak mencukupi: konsumsi saat ini tidak menghasilkan standar hidup yang layak bagi generasi sekarang dan investasi saat ini tidak menjamin standar hidup yang lebih tinggi (atau bahkan sama) untuk generasi mendatang. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sehingga menjadi berlebihan (excessive consumption) adalah; (i) ketidakmampuan untuk mengumpulkan resiko secara sempurna, (ii)pajak terhadap pendapatan modal, dan (iii) underpricing sumber daya alam.
Pertumbuhan Ekonomi dan Excessive Consumption … (2/2) ¡ ¡ Underpricing sumber daya alam menjadi faktor paling dominan yang menyebabkan excessive consumption. Underpricing sumber daya alam berasal dari tiga sumber. l Kepemilikan sumber daya yang tidak jelas (common resources). Common resources membawa pada eksploitasi yang berlebihan jika eksploitasi tidak membutuhkan investasi yang besar. ¡ l Kegagalan internalisasi eksternalitas yang terkait dengan penggunaan sumber daya alam. ¡ l Contoh: di Indonesia, deforestrasi mencapai 2, 6 juta hektar per tahun dan indikasi overfishing mencapai 60%. Contoh: kerusakan akibat penggunaan energi fosil, hilangnya keragaman ekosistem akibat pembangunan pengontrol banjir, dll. Subsidi pemerintah. Misal subsidi BBM, subsidi listrik, dan subsidi air. ¡ ¡ Subsidi menyebabkan harga turun dibawah biaya produksi, bahkan sebelum memperhitungkan dampak eksternalitas-nya. International Energy Agency (1999) mengestimasi bahwa di India, China dan Rusia, full-cost pricing akan menurunkan konsumsi energi berturut-turut sebesar 7, 9 and 16 persen.
Pertumbuhan Ekonomi dan Masa Depan Umat Manusia … (1/2) ¡ Dampak biofisik yang berasosiasi dengan hilangnya natural capital dapat sangat nonlinear: dampak hal ini mungkin kecil dalam rentang tertentu, namun kemudian menjadi sangat besar sekali critical threshold tercapai. l Terlewatinya threshold akan membawa pada "bifurcation“: situasi dimana karakteristik sistem alam berubah secara fundamental. ¡ ¡ Contoh: kenaikan gas rumah kaca mungkin merubah arus Atlantik yang kini menghangatkan Eropa utara. Sejarah paleo-climatic menunjukkan bahwa perubahan seperti ini adalah hal yang umum. Nonlinearitas dalam dinamika ekosistem berimplikasi serius pada resiko yang terkait dengan hilangnya natural capital. l l l Estimasi shadow prices untuk natural capital akan menjadi terlalu rendah jika kita hanya memperhitungkan kasus-kasus utama daripada distribusi keseluruhan hasil potensial dari hilangnya natural capital. Dibutuhkan identifikasi dimana konsumsi saat ini membahayakan keberlanjutan kesejahteraan dan mengukur kerugian potensial yang ditimbulkannya. Dibutuhkan indikator untuk mengkuantifisir kehilangan natural capital dan potensi untuk substitusi antar berbagai bentuk kapital.
Isu-Isu Fundamental ¡ Perhitungan PDB dalam perekonomian Islam harus memasukkan parameter-parameter baru sesuai dengan doktrin-doktrin Islam. l Tujuan kehidupan adalah ‘Falah’ ¡ l l l Diperhitungkannya sektor-sektor Voluntary (wakaf, zakat, dan sadaqah) Diperhitungkannya sektor-sektor informal dan Subsisten. Dimungkinkannya penggunaan variabel-variabel kebijakan Islami ¡ ¡ kesejahteraan, keadilan, kebebasan, standar moral, di dunia dan akhirat. Rate of profit share on investment dan rate of return on project Rasio Zakat (Zakat/PDB) pemenuhan kebutuhan dasar (kebutuhan agama, keamanan, makanan, perumahan, kesehatan, dan pendidikan) Perhitungan PDB dalam perekonomian Islam harus menyediakan ukuran-ukuran kesejahteraan ekonomi sekaligus sosial, sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pendapatan Nasional dalam perspektif Islam ¡ ¡ Pendekatan ekonomi konvensional menyatakan GDP atau GNP riil dapat dijadikan sebagai suatu ukuran kesejahteraan ekonomi (measure of economic welfare) pada suatu negara. Saat GNP naik, maka diasumsikan bahwa rakyat secara materi bertambah baik posisinya atau sebaliknya, tentunya setelah dibagi dengan jumlah penduduk (GNP per kapita) Jika nilai output turun sebagai akibat orang-orang mengurangi jam kerja atau menambah waktu istirahatnya, maka hal itu bukan menggambarkan keadaan orang itu menjadi lebih buruk. Seharusnya ukuran kesejahteraan ekonomi dalam konsep GDP atau GNP riil harus mampu menggambarkan kesejahteraan pada suatu negara secara riil. Beberapa keberatan penggunaan dalam pengukuran GDP riil/kapita ¡ Umunya hanya produk yang masuk pasar yang dihitung dalam GNP tidak mencerminkan kondisi riil pendapatan per kapita dan kesejahteraan masyarakat. ¡ Produk yang dihasilkan dikonsumsi sendiri, tidak tercakup dalam GNP. ¡ GNP tidak memperhitungkan kejadian seperti bencana alam ¡ GNP tidak memperhitungkan polusi ¡ GNP tidak menghitung nilai waktu istirahat (leisure time).
Kesejahteraan dalam Perspektif Islam: Maqashid Syariah ¡ Kesejahteraan dalam perspektif Islam tidak selalu diwujudkan hanya dalam memaksimalkan kekayaan dan konsumsi. l l l ¡ Kesejahteraan sejati membutuhkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Determinan terpenting yang menentukan kesejahteraan adalah dalam cara bagaimana kita memanfaatkan sumber daya langka yang merupakan amanah dari Sang Pencipta. Kekayaan dan konsumsi yang lebih banyak akan lebih baik dari yang sedikit jika dan hanya jika pertumbuhan tersebut dicapai tanpa memperlemah jaringan moral masyarakat dan solidaritas sosial, atau tanpa meningkatkan ketidakseimbangan alam. Jika dalam ekonomi konvensional penggunaan sumber daya yang paling efisien ditentukan berdasarkan kriteria Pareto Optimum, dalam Islam ditentukan berdasarkan kriteria maqashid syariah. l Setiap penggunaan sumber daya yang akan merusak atau menggagalkan pencapaian dan realisasi maqashid syariah, harus dipandang sebagai kesia-siaan dan inefisiensi.
4 Hal yang bisa diukur pada Penghitungan PDB dalam Perekonomian Islami ¡ ¡ Pendapatan nasional harus dapat mengukur penyebaran pendapatan individu rumah tangga Pendapatan nasional harus dapat mengukur produksi di sektor pedesaan. Pendapatan nasional harus dapat mengukur kesejahteraan ekonomi islam Penghitungan pendapatan nasional sebagai ukuran dari kesejahteraan sosial islami melalui pendugaan nilai santunan antar saudara dan sedekah/zakat.
Multipler efek zakat Daya beli meningkat zakat Muzakki Peningkata n konsumsi Mustahik Investasi menngkat pajak pembangunan meningkat Penerimaan negara meningkat Produksi meningkat
Re-estimasi Sektor Formal (Penghitungan PDB: Income-approach) ¡ Dalam kerangka PDB pendekatan penerimaan, PDB perekonomian Islami akan menjadi Y = r + w + π l l Hired-factors of production ¡ Rent ¡ Wages and Salaries Entrepreneurial-factors of productions ¡ Profit; dihasilkan dari kegiatan-kegiatan investasi partisipatif seperti: l l Mudharabah (profit-sharing agreement) Murabahah (trade with markup/cost-plus sale) Musyarakah (equity participation) Ijarah (leasing), dll
Institusionalisasi Sektor Informal ¡ Aktivitas sektor informal, dicirikan oleh: l l l l ¡ Ease of entry Reliance of indigenous resources Family ownership of enterprises Small scale of operation Labour intensive and adapted technology Skills acquired outside the formal school system Unregulated and competitive markets Sektor informal seringkali diabaikan, padahal ukurannya sangat besar terutama di negara-negara berkembang. l Di beberapa negara berkembang, pekerja sektor informal mencapai antara 30 -70% dari total angkatan kerja (World Bank. World Development Report. 1989)
Monetisasi Sektor Voluntary ¡ Sektor voluntary adalah signifikan. l Pada 1996, penduduk Amerika Serikat menyumbang US$ 143 milyar ke organisasi nirlaba. Diperkirakan sektor non-profit mencapai 8% dari GDP –dua kali lipat dari angka 1960 - dan mempekerjakan 10% dari total angkatan kerja –lebih besar dari gabungan pekerja pemerintah pusat dan federal. (The Economist, 30 th May, 1998). ¡ l ¡ Potensi dana filantropi di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 2, 3 – 4, 6 triliun per tahun (SWA No. 07/XXII/6 -19 April 2006). Penting untuk meng-institusional-kan dan me-monetisasi: l l ¡ Kedermawanan sangat terasa pasca bencana alam luar biasa. Pasca badai Katrina, palang merah Amerika Serikat menerima US$ 807 juta, lebih besar US$ 250 juta dari total penerimaan 2003 -2004 (Center on Philanthropy at Indiana University, 2005) (i) institusi ekonomi-sosial Islam seperti zakat, wakaf, masjid, haji, dll (ii) instrument redistribusi pendapatan dalam Islam seperti waqf properties development bond, cash-waqf certificate, zakat certificate, hajj saving certificate, trust-fund, dll. Pengukuran penerimaan zakat sebagai % PDB dan dampaknya terhadap fungsi konsumsi, dapat digunakan sebagai variabel kebijakan ekonomi dan sosial.
PDB yang Memperhitungkan Nilai Sektor Voluntary sebagai Ukuran Kesejahteraan Sosial ¡ ¡ PDB adalah ukuran moneter dan tidak memasukkan transfer payments. Di dalam perekonomian Islami dimana terdapat sistem intrafamily obligatory sebagaimana kegiatan-kegiatan sukarela sebagai jenis transfer payments. l ¡ Dikeluarkannya intra-family services dari perhitungan pendapatan nasional mempengaruhi perbandingan PDB internasional secara serius. l ¡ Usaha untuk mengukur nilai jasa-jasa ini akan memberi perspektif yang berharga dalam melihat cara kerja a built-in social security system dalam masyarakat Islam. Di banyak negara miskin konsep keluarga jauh lebih luas dari di Barat; other things being the same, hal ini berarti bahwa jasa yang diproduksi oleh anggota keluarga besar mendapat tempat jauh lebih penting dalam aktivitas ekonomi (Bauer and Yamey: 1972) Karakteristik utama dari transfer payments seperti ini adalah kurangnya korespondensi antara jasa dan pembayaran. l Kewajiban (payments) seringkali tidak diikuti dengan representasi dari jasa tersebut namun sering diikuti oleh kegiatan yang tidak berhubungan secara langsung dengan payment.
Isu-isu Lainnya ¡ Perhitungan pendapatan nasional dalam Islam harus mengindikasikan sifat dasar dari distribusi output. l ¡ Perhitungan pendapatan nasional dalam Islam harus mengindikasikan struktur komposisi dari output total. l l l ¡ Penting untuk mengetahui pendapatan rumah tangga per kapita aktual. Kualitas dan isi dari PDB lebih penting daripada sekedar ukuran total output. Produksi barang-barang kebutuhan dasar dan barang-barang mewah mendapat timbangan yang sama dalam PDB konvensional. Dalam doktrin Islam, barang-barang kebutuhan dasar harus diprioritaskan, dan karenanya harus direfleksikan dalam timbangan yang berbeda dalam PDB Islami. Angka PDB per kapita rata-rata tidak memberi gambaran yang tepat tentang tingkat kesejahteraan aktual. l Tingkat kesejahteraan aktual lebih tepat diekspresikan dalam indikator konsumsi kebutuhan efektif (barang & jasa kebutuhan dasar) sebagai persentase dari konsumsi total.
Pembangunan Berkelanjutan: Perspektif Islam ¡ Pendekatan konvensional terhadap pembangunan berkelanjutan l l l ¡ Permasalahan dengan pendekatan konvensional l l ¡ Mempertahankan pertumbuhan dalam jangka panjang. Mencapai pemerataan lintas-generasi. Mempertahankan tingkat kualitas kehidupan dan lingkungan. Pandangan bahwa nature is out there; terpisah dari manusia, dan perkembangan hidup manusia mengandung dominasi atas alam. Karena alam adalah elemen terpisah dari manusia, maka manusia berkuasa penuh atas alam dan dapat melakukan apa-pun sepanjang bermanfaat untuk manusia. Perspektif Islam l l Islam meng-akomodasi konsep pembangunan berkelanjutan namun dalam kerangka yang luas. Konsep Islam terhadap pembangunan berkelanjutan memiliki tiga aspek berbasis harmonisasi alam, sosial, dan ekonomi yang akan menjamin pembangunan berkelanjutan.
2a39e856d3eda577dfdd66afa907852f.ppt