0b70282e4ff506e6d81e9f75e47559c0.ppt
- Количество слайдов: 49
KKPMT I Pertemuan 1 b dr. Mayang Anggraini Prodi RMIK, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
INTERNATIONAL CLASSIFICATION OF DISEASES AND RELATED HEALTH PROBLEMS 10 TH REVISION (ICD-10, WHO) • ICD-10 th revision (ICD-10) diharuskan digunakan di Indonesia oleh Depkes R. I. untuk menggantikan ICD-9 th rev. (yang telah digunakan sebelumnya) bagi kenpentingan pelaporan: Sistem Informasi Rumah Sakit di Indonesia yang merupakan revisi dari Sistem Pelaporan Rumah Sakit yang digunakan sebelumnya. 2
ICD (Lanjutan) Khusus untuk menghasilkan Informasi diagnoses pelayanan rumah sakit, format pelaporan yang digunakan adalah RL 2, (Dirjen Yan-Medis, Kemkes RI) yang seyogyamya input datanya adalah hasil rekapitulasi pada indeks penyakit masing kategori penyakit, hasil pengkodean diagnoses individual pasien, yang dikumpulkan dari sumber primer rekam medis masing pasien. Memerlukan tenaga spesialis dan waktu (oleh karenya indeks adalah berbiaya tinggi). Kembangkan juga indeks dokter untuk evaluasi kuantitas dan kualitas kinerja medis-klinis. 3
Indeks Penyakit Sumber data diagnosis bagi proses input ke sistem pelaporan adalah: Indeks Penyakit (individual) yang merupakan instrument bantu penyimpan dan pengambilan kembali (retrieval) data yang sesuai sebutan pada judul indeks. 4
Contoh: Indeks Berjudul Kode ICD 3 -digit. Indeks Typhoid (A 01. -, ) DHF (B 97. x), Hypertension(I 10 -I 15), Infark Jantung Akut (I 21. -) Indeks KB (Z 30. -). Metode Persalinan (O 80 -O 84) Indeks Status Bayi Lahir (Z 37. -, Z 38. -) Indeks Luka bakar (T 20. - – T 32. -) indeks Kecelakaan Lalu-lintas dst. 5
INDEKS (Lanjutan) Buatlah program komputerisasi yang integrated dengan sistem R-ADTs (Registration-Admission-Discharge. Transfer-system) Simpan data diagnosis dalam format Indeks untuk memenuhi segenap Sistem Pelaporan akan menghemat waktu, tenaga dan biaya. 6
Rincian item pada suatu indeks ditentukan oleh masing fasilitas kesehatan agar memenuhi kebutuhan masing-masing. Minimum agar bisa memenuhi rincian RL agar mempermudah menyelesaikan pelaporan untuk KEMKES (Lihat format RL yang berlaku) 7
ICD-10 • Beda dengan ICD-9 yang terdiri hanya dari 2 Volume, ICD-10 terdiri dari 3 volume: Volume 1, 2 dan 3. • ICD-10 Volume 1 adalah daftar tabulasi lengkap penyakit. Daftar Kode morfologis neoplasma, dan daftar tabulasi singkat diagnoses (DTD) • ICD-10 Volume 3 adalah daftar indeks alfabetis istilah diagnoses, sebab luar gangguan, daftar sebutan generik obat/zat kimia lain, (dan petunjuk perbaikan salah cetak yang ada di Volume 1). 8
(Lanjutan) ICD-10 Volume 2 adalah buku khusus yang merupakan manual pedoman cara coding (pengkodean): morbiditas dan mortalitas dengan menggunakan ICD-10, (yang pada ICD-9 digabung di Volume 1). 9
STRUKTUR ICD-10 Volume 1 Indeks (Daftar Isi) - Halaman Pengantar …………………… 1 Pengakuan. . . . . …………… 5 Update dan Training. . . . . 7 Pusat Kolaborasi Klasifikasi Penyakit ……… 9 Laporan hasil pertemuan internasional berkaitan dengan Revisi ke 10 ICD. ………… 13 Daftar kategori 3 -digits …………… 31 Daftar tabulasi istilah yang termasuk dan subkategori 4 -karakter ……………. . . 97 10
STRUKTUR ICD-10 Volume 1 (Lanjutan-1) Indeks (Daftar Isi) Halaman - Bab I s/d XXII - Morfologi neoplasma …………………. . . 1025 Daftar tabulasi khusus mortalitas & morbiditas …………………. 1051 Definisi-definisi ……………. . 1075 Regulasi berkaitan dengan nomenklatur …… 1081 - …………………. . . 99 1023 11
Bab-Bab di Volume 1 ICD-10 A-Z (kecuali U), halaman 107 - 1175 BAB (alfabet) Judul Bab Halaman I (A-B) Penyakit Infeksi dan Parasitik tertentu 99 II (C-D) Neoplasma 165 III (D) Penyakit Darah dan Organ Pembentuk Darah dan gangguan yang melibatkan Mekanisme Imunitas 227 IV (E) Penyakit Endokrin, Nutrisional dan Metabolik 247 V (F) Gangguan Mental dan Prilaku 281 VI (G) Penyakit Sistem Saraf 347 VII (H) Penyakit Mata dan Adneksa Mata 379 VIII (H) Penyakit Telinga dan Prosesus Mastoid 407 12
Bab-Bab di Volume 1 ICD-10 A-Z (kecuali U), halaman 107 - 1175 BAB (alfabet) Judul Bab Halaman IX ( I ) Penyakit Sistem Sirkulasi 417 X (J) Penyakit Sistem Respirasi 455 XI (K) Penyakit Sistem Digestif 485 XII (L) Penyakit Kulit & Jaringan Bawah Kulit 531 XIII (M) Penyakit Otot-Kerangka Tulang & Jaringan Ikat 557 XIV (N) Penyakit Sistem Genitourinaria 603 XV (O) Kehamilan, persalinan-kelahiran dan nifas 641 XVI (P) Kondisi-kondisi tertentu dimulai dalam periode perinatal 679 XVII (Q) Malformasi, deformasi dan abnormalitas kromosomal yang kongenital 705 13
Bab-Bab di Volume 1 ICD-10 A-Z (kecuali U), halaman 107 - 1175 BAB (alfabet) Judul Bab Halaman XVIII. (R) Simtoma, tanda-tanda dan temuan klinis, laboratori yang abnormal, NEC (Not elserwhere classified) XIX. (S-T) Cedera, keracunan dan konsekuensi lain akibat sebab luar XX. (V-W-X-Y) Sebab-sebab luar Mortalitas dan Morbiditas XXI. (Z) Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan fasiltas pelayanan kesehatan XXII. (U) Special purposes, SARS, Resistent to antibiotics 755 789 891 979 1023 14
STRUKTUR BAB BLOK GRUP KATEGORI (3 -digit) SUB-KATEGORI (digits ke 4 di belakang titik), dan kadang untuk nomor kode tertentu ada tambahan nomor sebagai digit ke-5 (dicacat pada kolom tersendiri). 15
Contoh Struktur Kode Kategori Kode dasar katergori terdiri dari 3 digit, 1 Alfabet dan 2 nomor. Contoh [99 -110]: BAB I Certain Infectious and Parasitic Diseases BLOK Tuberculosis (A 15 – A 19) ` GROUP Kategori A 19 Miliary tuberculosis Subkategori A 19. 0 A 19. 1 A 19. 2 A 19. 8 other A 19. 9 unspecified 16
Arti Tanda Baca • Klasifikasi ganda dengan tanda baca: dagger ( ), sangkur, pedang) dan asterisk(*), bintang). • Kode tambahan untuk nomor kode tertentu (additional code), (supplementary code) • Kode primer dan kode sekunder • Kode morfologi tumor (M. ----/-) • Kode digit ke-5 (untuk site lokasi gangguan, Bisa site lokasi tubuh Bisa jenis aktivitas , dsb. ) 17
Arti Tanda baca (Lanjutan) • Peraturan/konvensi arti tanda-tanda baca: : (titik-titik, colon), penjelasan belum selesai. ( ), [ ], } (Bentuk berbagai tanda kurung). - Titik garis yang mengikuti, mengurung kode atau perintah yang harus dilaksanakan sebelum pilihan kode diputuskan (akan dibahas lelih lanjut secara rinci di acara pembahasan tentang: Konvensi Tanda Baca sesuai ICD-10, WHO). 18
STRUKTUR ICD-VOLUME 2 Daftar Isi 1. 2. INSTRUCTION MANUAL Halaman Penjelasan Deskripsi ICD-10 2. 1 Tujuan dan pengaplikasiannya 2. 2 Konsep keluarga besar ICD 2. 2. 1 Diagnosis-related classifications 2. 2. 2 Non-diagnostic classification 2. 2. 3 Information support to primary health care 2. 2. 4 International Nomenclature of Diseases 2. 2. 5 The role of WHO 2. 3 Prinsip umum klasifikasi penyakit 1 3 3 3 6 8 11 12 13 13 19
STRUKTUR ICD-VOLUME 2 (Lanjutan-1) Daftar Isi Halaman 2. 4 Struktur dasar dan kekhususan klasifikasi ICD 2. 4. 1 Volume-2 2. 4. 2 Bab-bab 2. 4. 3 Blok kategori-2 2. 4. 4 Kategori-2 3 karakter 2. 4. 5 Kategori-2 4 karakter 2. 4. 6 Supplementary subdivisions for use at the fifth or subsequent character level 2. 4. 7 Kode “U” yang belum dimanfaatkan. * 14 15 15 16 16 16 17 17 * Pada ICD Revisi 2010 Kode U disediakan untuk SAR dll. 20
STRUKTUR ICD-VOLUME 2 (Lanjutan-2) Daftar Isi 3. 4. 5. 6. 7. Halaman Cara menggunakan ICD volume 1 dan 19 volume 3. 19 - 28 Rules dan pedoman pengkodean mortalitas dan morbiditas 31 - 71 Presentasi statistis 147 - 159 Riwayat perkembangan ICD 163 - 173 Appendices 175 - 185 7. 1 List of conditions unlikely to cause of death 7. 2 List of conditions that can cause diabetes Referensi 187 Index 189 - 195 21
STRUKTUR ICD VOLUME 3 • Penjelasan Susunan umum indeks (1 -5) Konvensi-konvensi yang berlaku pada indeks (5 -7) • Seksi II. Indeks alfabetis penyakit dan bentuk alamiah cedera (9 - 660) Sebab-sebab luar suatu cedera (661 -714) • Seksi III. Tabel nama generik obat-obat dan zat-zat kimia (715 -838) 22
RUNTUNAN TINDAKAN CARA MENGGUNAKAN ICD-10 UNTUK MENCARI KODE YANG DIPERLUKAN PENGKODEAN SECARA UMUM 1. Baca dan pelajari isi buku manual/pedoman Coding ICD-10, Volume 2 (perhatikan makna dari berbagai tanda baca yang mempunyai arti khusus pada ICD-10, (. -) (: ) ( ), [ ], { kata: and, with, or dan sebagainya. 2. Pilih kata/istilah yang akan digunakan sebagai ‘Leadterm’ untuk memandu ‘coder’ mencari istilah yang sama beserta nomor kode yang mengikuti di belakangnya, pada Volume 3 ICD-10. 23
RUNTUNAN TINDAKAN CARA MENGGUNAKAN ICD-10 UNTUK MENCARI KODE YANG DIPERLUKAN (Lanjutan-1) 3. Perhatikan perintah yang ada di dalam kurung ( ), di belakang istilah diagnosis yang ditemukan, dan juga perintah yang dilengkapi dengan kata (see, see also …) dan jalankan perintah yang dimaksud. Kata perintah see. . . Adalah mandataris ! 4. Perhatikan ada atau tidak Note: … di atas atau di bawah istilah berikut kode yang akan dipilih. Ada kemungkinan ada perintah untuk menambah digit di belakang digit ke-3, ke-4 atau membatasi cara penerapan kode yang akan dipilih. 24
RUNTUNAN TINDAKAN CARA MENGGUNAKAN ICD-10 UNTUK MENCARI KODE YANG DIPERLUKAN (Lanjutan-2) 5. Kontrol kode yang dipilih dengan yang tertera di Volume 1. Perhatikan: (1) penjelasan pada Note: … di bawah Bab atau di bawah kategori, subkategori yang umumnya mengatur batasan pemanfaatan kode yang terkait; (2) includes dan excludes yang ada di bawah Bab, Kategori atau Subkategori yang membatasi jenis yang termasuk dan atau tidak termasuk ke kategori/subkategori terkait 25
(Lanjutan) (3) adanya kalimat dalam kurung [ ] atau ( ), jalankan perintah yang tersebut di dalam kurung, yang umumnya akan lebih merinci informasi yang akan dihasilkan. 26
RUNTUNAN TINDAKAN CARA MENGGUNAKAN ICD-10 UNTUK MENCARI KODE YANG DIPERLUKAN (Lanjutan-3) 6. Apabila semuanya sudah cocok dan tidak melanggar aturan yang ditetapkan Pilih kode tersebut sebagai kode diganoses atau masalah terkait kesehatan tersebut sebagai masukan ke sistem perekaman dan informasi yang dikembangkan. 7. Simpan kode yang telah dipilih dalam format kartu indeks istilah diagnosis terkait secara manual ataupun komputer. (Tentukan design Indeks yang lengkap dan memenuhi kebutuhan intern, ekstern) 27
RUNTUNAN TINDAKAN CARA MENGGUNAKAN ICD-10 UNTUK MENCARI KODE YANG DIPERLUKAN (Lanjutan-4) 8. Kode data diagnoses: Kebidanan, metode persalinan (methode of delivery) dan nifas (puerpurium) serta bayi neonatal/perinatal, sebab luar cedera, neoplasma, memerlukan desain format indeks perekaman code khusus. 9. Yang tidak kalah penting adalah: * Ubahlah dulu ejaan istilah dalam bahasa Indonesia ke ejaan bahasa Inggris Amerika/Inggris sebelum mencarinya di Volume 3. * Adakan analisis kualitatif dan kuantitatif Rekam Medis sebelum proses coding dimulai. 28
Kesimpulan Rekam Medis yang belum melalui: Analisis Kuantitatif dan Kualitatif dan belum diberi Kode Diagnoses dan Tindakan belum boleh di-simpan (di-file) !!! 29
DUAL CLASSIFICATION (Klasifikasi Ganda) • Ini berlaku bagi beberapa diagnose tertentu. Ada kode diagnose yang berjumlah 2 kode yang pertama dengan kode disertai tanda (dagger) yang kedua dengan tanda * asterisk. Kode ber-dagger adalah penyakit penyebabnya. Kode ber-asterisk * adalah menjelaskan manifestasi pada organ tubuh dari penyakit penyebabnya. Kode model ini banyak digunakan pada penyakit infeksi menular dan juga pada penyakit-penyakit sistem organ tubuh tertentu. (dagger di depan, * di belakang) 30
Contoh: Klasifikasi Ganda Contoh: TB meningitis NIDDM cataract Anemia pada kanker hati Dementia pada penyakit Alzheimer yang “early onset” Cardiopathy pada gout tophi j jantung Meconium ilues (bayi) Radang pelvis GO, wanita Prostatitis GO No: A 17. 0 G 01* No: E 10. 3 H 28. 0* No: C 22. 0 D 63. 0* No: G 30. 0 F 00. 0* No: M 10. 0 No: E 84. 1 No: A 54. 2 I 43. 8* P 75* N 74. 3* N 51. 0* 31
KONVENSI TANDA BACA pada Daftar Tabulasi • Kurung [ ] untuk sinonim, kata lain atau frasa penjelasan pada [hal. 113] A 30 & [hal. 230] D 55. 0 & [hal. 235] D 65 & & [hal. 236] D 68. 2 • Kurung ( ) untuk menampung kata suplementary, akan tanpa/tidak mempengaruhi nomor code yang telah ditetapkan (lihat halaman di bawah Bab-II) C 10. 1, C 11. 3 32
(Lanjutan-1) • Kurung } atau garis lurus yang digunakan seperti pada biasanya (untuk memberi tanda menggabungkan) [hal. 105] pada A 15. 0, A 15. 4, A 15. 5, A 15. 6 dan A 15. 8 • Kode bertanda (– ) setelah desimal. (E 11. -) harus diisi dengan angka yang ditemukan di Volume 1 33
(Lanjutan-2) • Kata diikuti oleh tanda baca titik-titik (: ) (colon) menandakan istilah sebutan diagnose belum lengkap, harus ditambah dengan satu atau kata modifier lain agar sesuai dengan apa yang dimaksud pada code yang tersedia. Contoh: [hal. 504] K 36 Other appendicitis incl. : appendicitis: - chronic - recurrent 34
(Lanjutan-3) [518] K 70. 4 Alcoholic hepatic failure: - NOS - acute - chronic - subacute - with or without hepatic coma. 35
(Lanjutan-4) • NOS (Not Otherwise Specified) sama nilainya dengan Unspecified dan Unqualified = tidak dirinci atau dikualifikasi lain. [hal. 107] A 16. 9 Tuberculosis NOS B 47. 9 Mycetoma, unspecified Madura foot NOS E 03. 0 Congenital hypothyroidism with diffuse goitre Goitre (nontoxic) congenital - NOS - parenchymatous 36
(Lanjutan-5) • NEC (Not Elsewhere Classified) = tidak terklasifikasi di bab-bab lain [hal. 120] A 51. 4 ; [hal. 404] H 58. 8* ; dan [hal. 151] B 57. 0 I 98. 1* • Perhatikan pemanfaatan kata “and” (dan), “or” (atau) “with” (dengan) pada judul: - blok, - grup, - kategori. 37
KODE DIAGNOSE TAMBAHAN, SEKUNDER & KOMPLIKASI CONTOH: Lihat Buku Volume 1 Kadang ada kategori yang dilengkapi dengan keterangan: [248] E 00 dilengkapi keterangan: Use additional code (F 70 -F 79), if desired, . . [252] E 10 -E 14 Use additional external cause code (Chapter XX), if desired, … [261] E 34. 0 Note: May be used as an additional code, … [351] G 06 Use additional code (B 95 -B 97), …. [676] O 98 Use additional code (Chapter 1), if desired, to … 38
(Lanjutan-1) [169 -170] C 00. 8, C 02. 8, C 05. 8 [See note 5 at the beginning of this chapter] [253] E 10 [See before E 10 for subdivisions] [560] M 00 [See site code at the beginning of this ch. ] [576 -577 M 40 [See site code before M 40] • Perhatikan juga ada: - kode yang hanya boleh digunakan sebagai kode suplementer. - kode yang tidak diperkenankan untuk kode kondisi utama. 39
(Lanjutan-2) • [783] Abnormal findings on exam. . (R 83 -R 89) The following fourth-character subdivisions are for use with categories R 83 -R 89: . 0. 1 dst. s/d. 9 • [926] (W 00 -W 19) [933] (W 50 -W 64) [939] (X 00 -X 09) [See at the beginning of this chapter for class. of the place of occurence and activity] 40
(Lanjutan-3) • [922] (V 90 -V 94) Water transport accidents Incl. : watercraft accidents in the course of recreational activities The following fourth-character subdivisions are for use with categories V 90 -V 94. 0. 1. 2 dst. . 9 41
LATIHAN Mandiri GENERAL CODING 1. Pleuritis TB dengan BTA + ICD-10: A 15. 6 (516) 1 2 [106] 2. Meningoensefalitis viral ICD-10: A 86 (422)(252) encephalitis viral (253) [132] Unspec. viral enceph. . 3. Flu burung dan pneumonia ICD-10: J 09 (284 364) 1 2 [459] Ada Note, Incl. , Excl. , Use add. . . 4. Hepatitis B dengan koma 1 ICD-10: B 16. 2 (317)(112) (see also 2 (coma) Failure… 270) [139] A. Hep. B without. . . 42
(Lanjutan) 5 Dermatitis akibat Anthrax 2 1 ICD-10: A 22. 0 (57) cutaneous [111] Cutaneous anthrax 6. GE infeksi ICD-10: A 09. 0 (296) GE ? baca Excl: (pada A 09) … di halaman [104] 7. Abses pada ketiak (axilla) 8. Unstable angina pectoris ICD-10: I 20. 0 (50) [422] (pasien dengan unstable angina pectoris rawat ICCU) ICD-10: L 02. 4 (18) [533] 43
STRUKTUR ICD-10 VOLUME 3 ALPHABETICAL INDEX (INDEKS ALFABETIS) Halaman Introduction 1 Pendahuluan ini menjelaskan bahwa Indeks Alfabetis adalah buku bantu esensial sebagai instrumen pengkodean primer Daftar Tabulasi Volume 1. Mengingat bahwa volume 3 memuat sejumlah istilah diagnoses yang tidak muncul di Volume 1. Oleh karenanya dalam upaya menentukan kode diagnosis kedua buku tersebut harus digunakan secara bersama, volume 3 mendahului volume 1. 44
ISI HALAMAN General Arrangement of the Index (Pengaturan Umum Indeks) Main Section (Seksi Utama) Indeks alfabetis dibagi dalam 3 seksi: Section 1 (Seksi 1) Section 2 (Seksi 2) Section 3 (Seksi 3) Structure (Struktur) Code numbers Multiple diagnoses Spelling Conventions used in the index 1 1– 2 2 4 4– 5 5 5– 7 45
ISI Seksi 1 Seksi 2 Seksi 3 HALAMAN Alphabetical index to diseases and nature of injury (Indeks alfabetis istilah penyakit dan bentuk alamiah cedera) 9 – 660 External causes of injury (Penyebab luar cedera) 601 – 714 Table of drugs and chemicals (Tabel obat dan zat kimiawi) 715 – 838 46
INDEKS ALFABETIK ICD-10 VOLUME 3 SEKSI 1 Alfabet A B C D E F G H I J K L M N Halaman 11 – 73 74 – 88 89 – 171 172 – 243 244 – 268 269 – 293 294 – 304 305 – 340 341 – 383 384 – 385 386 – 389 390 – 407 408 – 433 434 - 481 Alfabet O P Q R S T U V W X Y Z Halaman 482 – 494 495 – 547 548 – 549 – 562 563 – 612 613 – 639 640 – 646 647 – 652 653 – 658 659 – 660 – 47
INDEKS ALFABETIK ICD-10 VOLUME 3 SEKSI II External Causes of Injury Alfabet Halaman A 663 – 671 B 672 – 674 C 675 – 681 D 682 – 683 E 684 – 686 F 687 – 690 G 691 – H 692 – I 693 – 694 J 695 – K 696 – L 697 – M 698 – 699 N 700 – Alfabet O P Q R S T U V W X Y Z 701 – 702 – 704 – 705 706 – 710 711 – 712 – 713 – 714 48
INDEKS ALFABETIK ICD-10 VOLUME 3 SEKSI 3 TABEL OF DRUGS AND CHEMICALS Alfabet Halaman Alfabet A 717 – 729 O B 730 – 736 P C 737 – 749 Q D 750 – 757 R E 758 – 762 S F 763 – 767 T G 768 – 771 U H 772 – 775 V I 776 – 779 W J 780 – X K 781 – Y L 782 – 784 Z M 785 – 793 N 794 – 797 Halaman 796 – 800 801 – 811 812 – 813 – 814 815 – 822 823 – 830 831 – 832 – 834 835 – 836 – 837 – 838 – 49
0b70282e4ff506e6d81e9f75e47559c0.ppt