3c4ceb0405c26124338772de1ac914e1.ppt
- Количество слайдов: 21
Kekuatan Keuangan SAP 10 Bisnis Internasional A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09
Pembahasan l l l Beberapa indikator kekuatan keuangan Foreign Exchange Fungsi Pasar Forex Resiko Pasar Forex Teori Ekonomi Penentu Nilai Tukar Pemecahan masalah hutang A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 2
Beberapa Indikator kekuatan keuangan negara l l l Balance of Payment. Tariff Pajak Tingkat inflasi Missery index: index tk kemiskinan dimana tingkat inflasi dan pengangguran cukup tinggi Kekuatan nilai tukar mata uang A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 3
Beberapa Indikator kekuatan keuangan negara (lanjutan) Penerapan sistim akuntansi. l Hutang Pemerintah. Penyebab meningkatnya hutang Negara berkembang: a. Naiknya harga minyak 1973, membuat resesi. Kenaikan Harga Juli -Sept 2008 hingga US 147/barrel b. meningkatnya suku bunga US$ c. Pembayaran komoditi expor tidak selalu dalam US$ l A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 4
Pasar Foreign Exchange l l Pasar tempat menukar mata uang suatu negara ke mata uang negara lain Nilai tukar/Exchange rate Nilai pertukaran yang ditentukan pasar (mata uang) => dengan adanya nilai tukar, kita dapat membandingkan harga relatif suatu barang atau jasa A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 5
Resiko Foreign Exchange l l l Transaction Exposure : pencatatan transaksi tunggal dipengaruhi exchange rate (pada saat deal dan pada saat bayar) Translation Exposure : akibat kurs nilai tukar pada lap keuangan, perhitungan sekarang untuk kejadian di masa lalu Economic exposure: pendapatan perusahaan di masa y a d dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 6
Fungsi Pasar Forex A. penukaran mata uang B. perlindungan terhadap resiko pertukaran mata uang A. Fungsi penukaran mata uang : l l l Income dari penanamanmodal Pembayaran export Membayar pihak kedua atas jasa /produk dalam currency mereka Menyimpan cadangan/ kelebihan cash/menginvestasikan di pasar uang Spekulasi A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 7
Fungsi Psr Forex (lanjutan) B. Fungsi perlindungan Istilah : l Spot exchange rate : (tdk ada perlindungan) Nilai tukar pada hari tertentu (biasanya diumumkan BI/tertera dai Koran/ pada money changer ). Berlaku 2 hari kerja Secara direct : rupiah per foreign currency Misal untuk Indonesia data 28 Nov 08 Rp 12. 651= USD 1 Indirect : Foreign currency per rupiah Missal Rp 1, - = US $ 0. 000079 A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 8
Fungsi Perlindungan l Forward Exchange rate ( ada fungsi perlindungan) Dua pihak menyetujui suatu nilai tukar dan bertransaksi pada tanggal tertentu di masa y a d ( 30 hari, 90 hari, 180 hari ) atau masa 5 tahun, 10 tahun A. Trading at a discount B. Trading at a premium Kurs berjangka lebih kuat dari spot. A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 9
Fungsi Perlindungan l l l Currency swaps: Pembelian atau penjualan suatu jumlah tertentu mata uang untuk 2 waktu yang berbeda ( biasanya digunakan pada barang dengan input mengimpor. ) Currency swaps dapat dilakukan antara Perusahaan dan bank Bank dan bank yang ditunjuk masing 2 pihak Pemerintah dan pemerintah A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 10
Teori ekonomi penentu nilai tukar l The law of one price Pada pasar kompetitif, bebas biaya transport dan hambatan perdagangan, produk sama yang dijual di Negara berbeda harus dijual dengan harga yang sama Contoh Harga Jacket di Jakarta Rp 270. 000, Di Paris Euro 23 (Rp 270000 = US $ 27. jika kurs Rp 10. 000/ US $ sementara US $ 1. 292 = Euro 1 A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 11
Penentu nilai tukar (lanjutan) l Purchasing Power Parity Pada pasar yang relative efisien, (tanpa barrier), exchange rate x/y = Px/Py berarti : perubahan pada harga relatife akan membuat perubahan pada nilai tukar l Inflasi Jumlah uang beredar meningkat lebih cepat dari simpanan barang/jasa (Inflasi >< deflasi) Jika permintaan barang meningkat, harga meningkat (terjadi inflasi harga) ; D > S A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 12
Penentu nilai tukar (lanjutan) l -Tingkat bunga Mereflexikan tingkat inflasi dimasa mendatang jika inflasi tinggi, tingkat bunga juga tinggi karena investor menginginkan kompensasi atas turunnya nilai uang mereka Fisher effect I ‘= r + I I ‘= tingkat bunga nominal R = tingkat bunga sesungguhnya I = tingkat inflasi yang diprediksi dalam waktu tertentu International fisher effect Diantara dua Negara, kurs spot seharusnya berubah dalam jumlah yang sama secara terbalik. (Rupiah turun 200 point terhadap dollar, dollar naik 200 point ) International fisher effect : Harapan depresiasi tk bunga missal 4% Tetapi keadaan tidak selalu berjalan demikian A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 13
Penentu nilai tukar (lanjutan) Ikatan dengan mata uag lain l Psikologis investor dan efek “mengekor” =>Untuk menerangkan gerakan pasar uang jangka pendek =>Bukan karena makro ekonomi, tetapi karena: a. Speculator/rumor b. Investasi salah satu perusahaan besar c. Perilaku politisi/stabilitas politik d. peraturan fiskal dan moneter l A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 14
Pemecahan masalah hutang Jangka pendek: l Penjadwalan ulang hutang, Negara tsb tidak tumbuh karena hasil expor untuk bayar hutang atau untuk membiayai impor. Sementara negara pendonor rugi karena hasil expor juga tidak digunakan untuk membeli barang. l Perubahan kebijakan dalam negeri biasanya ada : 1. Tindakan pengetatan agar dpt mendorong menurunkan standar kehidupan, pertumbuhan ekonomi dan ekspor; 2. Meningkatkan kesadaran perlunya penyesuaian dan keterpaduan kebijaksanaan jangka pendek dimana selain hutang terkait pula masalah ekonomi, budaya dan perilaku. l Write-off Memberikan ampunan penghapusan sebagian hutang ; Hal ini karena pertimbangan kemanusiaan dan mendorong terciptanya reformasi ekonomi ; Tetapi dari sudut ekonomi, hal ini menimbulkan moral hazard karena pemberian perlakuan istimewa blm tentu berdampak baik. A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 15
Pemecahan masalah hutang (lanjutan) Jangka panjang: 1. Memanfaatkan dana baru untuk mendorong l l l pertumbuhan bukan untuk kebutuhan konsumtif, capital flight atau memenuhi ambisi pemerintah 2. Negara penerima harus membangun dana cadangan untuk menjaga fluktuasi harga komoditi expor. 3. Negara maju mau membuka pasarnya untuk hasil produksi dari neg berkembang 4. IMF hendaknya tidak menekan A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 16
Pemecahan masalah hutang jk panjang l l 5. Badan pemberi hutang hendaknya memberi dana cukup untuk jangka panjang 6. Sebagian hutang hendaknya diubah menjadi ekuitas, sehingga ada rasa pemilikan; sementara bagian hutang lain diperpanjang jatuh temponya 7. Negara berkembang hendaknya mengurangi larangan investasi asing dan repatriasi keuntungan investasi yang ada. 8. Jangan menyalahkan satu pihak atas timbulnya krisis hutang, atau terjadi korupsi. Mungkin saja dana pinjaman diberikan melebihi kegiatan produktif yang dapat dilaksanakan. A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 17
Perbedaan hutang negara maju (AS) vs neg berkembanga 1. > US 300 juta dlm bentuk obligasi pem dan swasta yang diperdagangkan tiap hari 2. Aset LN AS dihitung berdasarkan harga buku (yang lebih rendah dari harga pasar) 3. Aset AS di LN mendapat interest lebih tinggi , juga dividen perdollarnya dibanding foreign holdings 4. Hutang LN dalam mata uang USD berarti AS dapat menutup obligasinya kapan saja dgn menyetak mata uang kapanpun diperlukan A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 18
Referensi l l Ball, Donald et al. International Business: The Challenge of global competition. 10 th ed 2006. bab 11 Hill, Charles. International Business: Competing in the global market place. Mc. Graw. Hill 7 thed. 2008. bab 10 dan 20 A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 19
Kurs rupiah per 1 Des 2008 Buying AUD 7950 SID 7350 USD 12600 l A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 Selling 8350 7750 13200 20
Trading at a discount Batik 1000 potong@US 30 =$30, 000 Perjanjian 1 Des 2008. Delivery per 1 Maret 2009. Forward exchange 90 hari 1 USD = Rp 11000. (posisi 1 Des 2008 1 USD 12650. ) Posisi I maret 1 USD Rp 10000 1 USD Rp 13000 l A Sekarbumi SAP 10 Bis Int 08 -09 21
3c4ceb0405c26124338772de1ac914e1.ppt