Скачать презентацию ANATOMI PROPOSAL PENELITIAN HUKUM TESIS Moh Jamin PROGRAM Скачать презентацию ANATOMI PROPOSAL PENELITIAN HUKUM TESIS Moh Jamin PROGRAM

f8b9b1b29dbb2ba92afd4d2ae2535464.ppt

  • Количество слайдов: 81

ANATOMI PROPOSAL PENELITIAN HUKUM (TESIS) Moh Jamin PROGRAM MAGUSTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNS ANATOMI PROPOSAL PENELITIAN HUKUM (TESIS) Moh Jamin PROGRAM MAGUSTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNS 2016 HP. 08122988058 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 1

Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Karakteristi k Kadar Keilmuan Ruang Lingkup Intensitas Kegiatan Waktu Perbedaan Skripsi, Tesis, dan Disertasi Karakteristi k Kadar Keilmuan Ruang Lingkup Intensitas Kegiatan Waktu Penelitian Bobot Isi Hasil Penelitian Skripsi Penelitian yang berdasar pada “penerapan hukum positip dan/atau konsep yang sudah mapan”. Sempit dangkal (tataran permukaan/ implementatif) Kecil Tesis Disertasi Penelitian orisinal Penelitian dengan yang disajikan kadar “orisinalitas secara “critical dan yang tinggi” dan logical” terhadap berisikan teori yang ada. pengembangan “teori baru pada bidang ilmu ttt” Luas dan agak Spesifik, tapi dengan mendalam kajian yang komprehensif dan mendalam Besar Sangat besar Singkat Agak lama Lama (butuh waktu) Deskriptif dan praktis Deskriptif analitis dan lebih ke arah teoritis Indepth dan menawarkan teori alternatif untuk sebuah pembaharuan

PROPOSAL PENELITIAN (DISERTASI) • Proposal penelitian adalah rencana penelitian yang harus disusun oleh PENELITI PROPOSAL PENELITIAN (DISERTASI) • Proposal penelitian adalah rencana penelitian yang harus disusun oleh PENELITI secara sistematik dengan memakai standar metodologi atau PROSEDUR penelitian yang baku. • Proposal yang memenuhi standar metodologi baku akan menghasilkan si mpulan yang sama, sekalipun dilakukan oleh peneliti yang berbeda. • Proposal penelitian ini merupakan salah satu alat untuk mengukur kemampuan peneliti dalam merencanakan kegiatan penelitian, terutama konsistensi berpikir terhadap obyek yang akan diteliti. • Proposal penelitian harus memberikan informasi 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com yang representatif tentang rencana detail suatu 3

Tujuan dan Fungsi Proposal Penelitian Tujuan penyusunan proposal adalah : • Membantu peneliti untuk Tujuan dan Fungsi Proposal Penelitian Tujuan penyusunan proposal adalah : • Membantu peneliti untuk mengarahkan pemikirannya secara baik, memahami cakupan penelitiannya, mengerti apa yang akan dijawab dan tidak dapat dijawab dalam penelitiannya, • Membantu peneliti menemukan pendekatan dan langkah-langkah praktis yang perlu dilakukan dalam penelitian dalam hal merumuskan masalah, penentuan obyek, metode, dan alat pengumpulan data/bahan hukum yang tepat. • Untuk menginformasikan kepada khalayak (pembaca) tentang arti pentingnya penelitian itu dilakukan. Proposal penelitian berfungsi sebagai : • Kerangka kerja (frame work) dalam mengungkap masalah yg akan diteliti , • Pembatasan kegiatan penelitian, yaitu menunjukkan spesifikasi, dan ruang lingkup obyek penelitian, • Petunjuk dan arah dalam memecahkan problem penelitian dengan metode yg diterapkan. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 4

CIRI-CIRI PROPOSAL YANG BAIK • Menunjukkan kejelasan masalah yang akan diteliti; • Adanya konsistensi, CIRI-CIRI PROPOSAL YANG BAIK • Menunjukkan kejelasan masalah yang akan diteliti; • Adanya konsistensi, judul, masalah, tujuan dan metode yg digunakan, dan • Sebaiknya mengikuti pedoman penyusunan proposal yang telah ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan, terutama sistematika dan tata tulisnya (house style). 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 5

ANATOMI USULAN PENELITIAN (Pedoman Prodi MIH FH UNS 2013, h. 31 -35) 1. Judul ANATOMI USULAN PENELITIAN (Pedoman Prodi MIH FH UNS 2013, h. 31 -35) 1. Judul 2. Latar Belakang Masalah 3. Perumusan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Manfaat Penelitian 6. Landasan Teori 7. Penelitian Yang Relevan 8. Kerangka Pikir 9. Hipotesis 10. Metode Penelitian 11. Batasan Operasional Variabel Penelitian 12. Jadwal Penelitian Daftar Pustaka 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 6

JUDUL PENELITIAN n n n SINGKAT DAN JELAS, BIASANYA TIDAK LEBIH DARI 20 KATA. JUDUL PENELITIAN n n n SINGKAT DAN JELAS, BIASANYA TIDAK LEBIH DARI 20 KATA. JIKA LEBIH SEBAIKNYA DIBUAT ANAK JUDUL SEMAKIN SEDIKIT KETERANGAN YANG DICANTUMKAN DALAM JUDUL, SEMAKIN LUAS CAKUPANNYA (DAN SEBALIKNYA)= SEBAIKNYA DAPAT MENUNJUK TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN MENGGAMBARKAN DENGANJELAS MASALAH PROBLEMATIKA PENELITIANYANG DITELITI (MENCERMINKAN ISUE HUKUM YANG AKAN DITELITI) BUKAN ISUE SOSIAL, ISUE KEBIJAKAN PUBLIK, ATAU NON HUKUM TIDAK MENGGUNAKAN DIKSI YANG MEMBERI PELUANG INTERPRETASI (PENAFSIRAN) MENGGAMBARKAN TIPE PENELITIAN YANG AKAN DILAKUKAN MENGGUNAKAN BAHASA ILMIAH (EYD) DAN MUDAH DIPAHAMI 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 7

Contoh : n n n PERGESERAN POLITIK HUKUM PENGAKUAN PERADILAN DI PROVINSI PAPUA PASCA Contoh : n n n PERGESERAN POLITIK HUKUM PENGAKUAN PERADILAN DI PROVINSI PAPUA PASCA BERLAKUNYA UU OTONOMI KHUSUS PENDAYAGUNAAN FUNGSI KEPALA DESA SEBAGAI PENYELESAI SENGKETA BERDASAR UU NO. 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA AKOMODASI NILAI-NILAI BUDAYA MASYARAKAT MADURA DALAM PENYELESAIAN HUKUM PERKARA CAROK 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 8

Latar Belakang Masalah Berisi § SUMBER DARI MANA MASALAH DIMUNCULKAN (DEDUKSI TEORI, HASIL PENELITIAN, Latar Belakang Masalah Berisi § SUMBER DARI MANA MASALAH DIMUNCULKAN (DEDUKSI TEORI, HASIL PENELITIAN, HASIL KEBIJAKAN PEMERNTAH, PENGAMATAN SEHARI-HARI, LINGKUNGAN PROFESI DSB). § ARGUMENTASI PENTINGNYA PENELITIAN (TEORITIK/PRAKTIS) : DENGAN MENUNJUKKAN FAKTA NORMATIF DAN EMPIRIK § PENJELASAN BAHWA BELUM PERNAH DITELITI ATAU BERBEDA DARI YANG PERNAH ADA 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com (ORISINALITAS/KEASLIAN dan NOVELTY) 9

Latar Belakang Masalah Berisi • GAMBARAN PERMASALAHAN (MAIN PROBLEMS) YANG AKAN DITELITI • BERUPA Latar Belakang Masalah Berisi • GAMBARAN PERMASALAHAN (MAIN PROBLEMS) YANG AKAN DITELITI • BERUPA PROBLEMATIKA KEFILSAFATAN, TEORETIK, YURIDIS, DAN SOSIOLOGIS (AKAN LEBIH AKURAT, JK DIDUKUNG FAKTA HUKUM YG RELEVAN). • ALASAN / SEBAB 2 PENELITI INGIN MENELAAH MASALAH 2 TSB. MISAL : MENGISI KEKOSONGAN UU SEBAGAI LEGAL ISSUE-NYA • HAL 2 YG TELAH DIKETAHUI / BELUM DIKETAHUI MENGENAI BERBAGAI MASALAH YG AKAN DITELITI. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 10

2. PERUMUSAN MASALAH • • • Lazimnya dan sebaiknya dalam kalimat pertanyaan (interogatif) harus 2. PERUMUSAN MASALAH • • • Lazimnya dan sebaiknya dalam kalimat pertanyaan (interogatif) harus jelas dan tegas ke arah tujuan yang diteliti Mencerminkan masalah pokok (main problem) dan dirinci ke dalam rumusan yang spesifik dan operasional 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 11

Rumusan Masalah • Rumusannya singkat, jelas & padat, • Mengandung unsur pembatasan masalah, • Rumusan Masalah • Rumusannya singkat, jelas & padat, • Mengandung unsur pembatasan masalah, • Sbg dasar pembuatan hipotesis / dpt menunjukkan hubungan yg ada antara dua variabel atau lebih ( untuk penelitian hukum empiris), • Sebaiknya memenuhi aspek epistemelogi, dan aksiologi. ontologi, • Ada kesesuaian dengan judul & latar belakang masalah sebagai dasar judul penelitian. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 12

4. Tujuan Penelitian Rumusan tujuan penelitian hukum selalu konsisten dengan rumusan masalah. Berapa banyak 4. Tujuan Penelitian Rumusan tujuan penelitian hukum selalu konsisten dengan rumusan masalah. Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu juga tujuan yang akan dicapai. Tujuan Subyektif Motif subyektif penyusunan Tesis/Disertasi Tujuan Obyektif Untuk memperoleh data dalam rangka mengetahui jawaban permasalahan yang diteliti 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 13

Esensi Tujuan Penelitian • Arah atau penegasan mengenai apa yang hendak dicapai dalam pelaksanaan Esensi Tujuan Penelitian • Arah atau penegasan mengenai apa yang hendak dicapai dalam pelaksanaan penelitian • Isinya disesuaikan dengan masalah penelitian karena tujuan penelitian esensinya menjawab masalah penelitian. • Dirumuskan dalam kalimat deklaratif / pernyataan. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 14

5. Manfaat Penelitian Manfaat/kegunaan penelitian ada 2 macam: Secara teoritis Berguna sebagai pengembangan ilmu 5. Manfaat Penelitian Manfaat/kegunaan penelitian ada 2 macam: Secara teoritis Berguna sebagai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 16/03/2018 Secara praktis Berguna sebagai upaya yang dapat dipetik langsung manfaatnya. jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 15

Manfaat Penelitian Memuat : Hasil yang akan disumbangkan dari penelitian (outcome) Dapat berupa manfaat Manfaat Penelitian Memuat : Hasil yang akan disumbangkan dari penelitian (outcome) Dapat berupa manfaat teroritis maupun praktis § Jika bermanfaat praktis, sebutkan secara detail para pihak (stake holders) yang akan mendapat manfaat tersebut. § Manfaat harus realistis sesuai tingkatan penelitian dan kemampuan peneliti. § 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 16

5. Tinjauan Pustaka TINJAUAN PUSTAKA: URAIAN SISTEMATIS TENTANG KETERANGAN YANG DIKUMPULKAN DARI PUSTAKA YANG 5. Tinjauan Pustaka TINJAUAN PUSTAKA: URAIAN SISTEMATIS TENTANG KETERANGAN YANG DIKUMPULKAN DARI PUSTAKA YANG ADA DAN MENUNJANG PENELITIAN 1. PUSTAKA TERBARU USAHAKAN 2. RELEVAN 3. ASLI DARI JURNAL ILMIAH DAN ATAU HASIL PENELITIAN TERDAHULU KESALAHAN: 1. TAK RELEVAN DENGAN PERMASALAHAN 2. 16/03/2018 DIKEMUKAKAN DOKTRIN PARA PAKAR TAPI TANPA MEMBERI KESIMPULAN SENDIRI ATAS DASAR KOMPARASI BERBAGAI MACAM jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 17 DOKTRIN ITU

Tinjauan Pustaka 6. Kerangka Teori 7. Kerangka Pikir Kerangka teoritis : susunan dari beberapa Tinjauan Pustaka 6. Kerangka Teori 7. Kerangka Pikir Kerangka teoritis : susunan dari beberapa anggapan, pendapat, dan teori sebagai satu kesatuan yang logis yang menjadi landasan, acuan dan pisau analisis untuk mencapai tujuan dalam penelitian. Kerangka pikir : susunan dari beberapa konsep sebagai satu kebulatan yang utuh, sehingga terbentuk suatu wawasan untuk dijadikan landasan, acuan, dan pedoman dalam penelitian. Berfungsi sebagai pedoman operasional dalam proses 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; penganalisisan data. pengumpulan, pengolahan, dannimajhom@gmail. com 18

Landasan Teori / Kerangka Teori Kegunaannya : • Sebagai dasar dalam menyusun kerangka konseptual Landasan Teori / Kerangka Teori Kegunaannya : • Sebagai dasar dalam menyusun kerangka konseptual dan hipotesis penelitian. • Sebagai dasar utk indentifikasi variabel penelitian • Sebagai dasar dalam menyusun definisi operasional penelitian • Utk menentukan apa yg akan diukur dari obyek penelitian • Utk menjelaskan obyek penelitian yg akan diteliti • Sebagai perspektif dan pisau dalam analisis penelitian (memaknai data penelitian) 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 19

Konstruksi dan Klasifikasi Teori Hukum LAW AS IT IS LAW AND MORALITY SOCIAL DIMENSIONS Konstruksi dan Klasifikasi Teori Hukum LAW AS IT IS LAW AND MORALITY SOCIAL DIMENSIONS OF LAW RIGHTS AND JUSTICE British Legal Positivism -Positivism and Legal Positivism -Thomas Hobbes and Leviathan -Jeremy Bentham: Law and the Principle of Utility -John Austin’s Command Theory of Law -Herbert Hart’s New Beginning: the Burial of the Command -Concept of Law -British Positivism’s Contribution to Jurisprudence Germanic Legal Positivism -From Epiricism to Transcendental Idealism Natural Law Tradition in Jurisprudence -Law of Nature, Natural Right and Natural Law -Two Great issues in Natural Law theory -Fusion of Law and Moral in Early Societies -Natural law Thinking and Greek Philo. Sophy Sociological Jurisprudence and Sociology of Law -Sociology, Sociology of Law, and Sociological Jurisprudence -Society and Class Struggle: the Sociology of Karl Marx -Max Weber and the Rationalisation of the Law -Law and Social Solidarity: Emile Durkheim’s Legal Sociology -The Living Law: the Legal Sociology of Eugen Ehrlich -Rescou Pond and Law as Social Engineering -The Achievement of Sociological Tradition Radical Jurisprudence: Challenges to Liberal Legal Theory Fundamental Legal Conceptions: the Building Blocks of Legal Norms -Bentham and Classification of Legal Mandates -Hohfeld’s Analysis of Jural Relations: the Exeption of Fundamental Legal Conceptions -Connecting the Two Boxes in Hohfelds System -Some Logical Puzzles in Hohfelds System -Value of Hohfeld’s System

LAW AS IT IS LAW AND MORALITY SOCIAL DIMENSIONS OF LAW RIGHTS AND JUSTICE LAW AS IT IS LAW AND MORALITY SOCIAL DIMENSIONS OF LAW RIGHTS AND JUSTICE -From transcendental idealism to the pure theory of law -Distingushing legal and moral norms -Validity and the basic norm -Logical unity of the legal order and determining whether a norm belongs to the legal order -Legitimacy and revolution -International law -Am evaluation of the pure theory of law Realism in Legal Theory -Legal formalism and legal positivism -American realism -Scandinavian realism -Reception of Natural law in Rome -Christian Natural law -Theological Beginnings of a secular natural law -Rise of secular natural law: Natural Rights and Social Contract -John Finnis’ restatement Classical natural law -The enduring legacy of natural law theory Separation of Law and Morality -Lon Fuller on the Morality of Law -Ronald Dworkin and the Integrity of Law -Liberalism and liberal legal theory -Challenges of the legal critical legal studies (CSL) movement -Postmodernist challenge -Feminist jurisprudence -Challenge to liberal jurisprudence: conducting thoughts Economic Analysis of Law -Transaction cost and the law -Efficiency of the common law hypothesis -Public choice theory: the economics of legislation -Efficiency, wealth maximixation and justice -Connecting the Two Boxes in Hohfelds System -Some Logical Puzzles in Hohfelds System -Value of Hohfeld’s System Justice -Justice according to Law and Justice of the Law -Justice as Virtue -Legal Justice -Distributive Justice as Social Justice -Justice as Fairness: Rawls Theory of Justice -Entitlement Theory of Justice: Noxick’s Response to Rawls -Evolutionary Theory of Justice

7. Penelitian Yang Relevan Menegaskan : • • • Hasil-hasil review terhadap penelitian/kajian yang 7. Penelitian Yang Relevan Menegaskan : • • • Hasil-hasil review terhadap penelitian/kajian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, terkait dengan masalah penelitian yang akan diteliti, sampai di mana masalah tersebut telah diteliti. Merupakan state of the art penelitian (perkembangan mutakhir penelitian) yang membedakan dg penelitian yg akan dilakukan. Tunjukkan beda penelitian yang dilakukan dg penelitian lain yang relevan (buat tabel perbandingan permasalahan !). 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 22

Perbandingan Penelitian Yang Relevan No Peneliti 16/03/2018 Judul dan tahun Permasalahan Hasil Penelitian jamin_mh@yahoo. Perbandingan Penelitian Yang Relevan No Peneliti 16/03/2018 Judul dan tahun Permasalahan Hasil Penelitian jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 23

9. HIPOTESIS LANDASAN TEORI (JIKA AD TINJAUAN PUSTAKA DIBUAT BERDASAR: KERANGKA TEORI/PIKIR PENELITIAN HRS 9. HIPOTESIS LANDASAN TEORI (JIKA AD TINJAUAN PUSTAKA DIBUAT BERDASAR: KERANGKA TEORI/PIKIR PENELITIAN HRS ADA HIPOTESIS ? TIDAK ILMIAH ? EKSPLORATIF BERGANTUNG SIFAT PENELITIAN DESKRIPTIF TDK HARUS EKSPLANATORIS = HARUS ADA HIPOTHESIS = PERNYATAAN HUBUNGAN DUA ATAU LEBIH VARIABEL = SELALU DALAM KALIMAT PERNYATAAN 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 24

Ciri-Ciri Hipotesis Penelitian • Pada umumnya digunakan pada penelitian inferensial dg analisis kuantitatif • Ciri-Ciri Hipotesis Penelitian • Pada umumnya digunakan pada penelitian inferensial dg analisis kuantitatif • Merupakan jawaban sementara thd pertanyaan penelitian. Ciri-ciri Hipotesis • Dirumuskan dlm kalimat pernyataan deklaratif, bukan pertanyaan • Menyatakan hubungan antar 2 atau lebih variabel penelitian • Dapat diuji dengan data (testable), yg menunjukkan bgm variabel 2 penelitian diukur dan bgm prediksi hubungan antar variabel 2. Contoh : • Ada hubungan positip antara tingkat religiusitas dengan tingkat ketaatan hukum. Semakin tinggi tingkat religiusitas semakin tinggi ketaatan hukumnya. • Ada perbedaan tingkat kesadaran hukum antara mahasiswa hukum dengan mahasiswa ekonomi. Mahasiswa hukum lebih tinggi tingkat kesadaran hukumnya. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 25

FUNGSI HIPOTESIS James A. Black dan Dean J. Champion (1976) 1. To test theories FUNGSI HIPOTESIS James A. Black dan Dean J. Champion (1976) 1. To test theories 2. To suggest theories 3. To describe social phenomena. Pauline V. Young : • Memberikan pengarahan dalam penelitian; • Memperjelas ruang lingkup dan patokan mencari data dan informasi yang relevan; • Memberikan tujuan yang jelas dalam pelaksanaan penelitian; • Mencegah pengumpulan data yang tdk revelan. 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 26

SYARAT HIPOTESIS YANG BAIK KERLINGER: 1. MENYATAKAN HUBUNGAN DUA VARIABEL 2. DAPAT DIUJI SECARA SYARAT HIPOTESIS YANG BAIK KERLINGER: 1. MENYATAKAN HUBUNGAN DUA VARIABEL 2. DAPAT DIUJI SECARA EMPIRIS = DAPAT DIUKUR DAN DINYATAKAN HUBUNGAN HUB. VARIABEL WILLIAM J. GOODE DAN PAUL K. HATT: 1. MENGANDUNG KONSEP JELAS 2. DAPAT DIUJI SECARA EMPIRIK 3. DAPAT DITUNJANG DENGAN TEKNIK YANG ADA 4. SPESIFIK/RINCI 5. DIHUBUNGKAN DENGAN TEORI, . 16/03/2018 jamin_mh@yahoo. com; nimajhom@gmail. com 27

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Jenis dan Sumber 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Jenis dan Sumber Data Populasi (jika diperlukan) Teknik Pengambilan sampling Teknik Pengumpulan data Analisis Data

PERBEDAAN “METODE” DAN “METODOLOGI” Metode: l Teknik spesifik untuk pengumpulan data dibawah asumsi filosofis PERBEDAAN “METODE” DAN “METODOLOGI” Metode: l Teknik spesifik untuk pengumpulan data dibawah asumsi filosofis l Tehnik untuk mengumpulkan bukti. l Beberapa cara pada proses pengumpulan informasi. l Setiap disiplin ilmu memiliki karakter yang berbeda. Metodologi: l Studi tentang metode dan kesimpulan dengan asumsi filosofis dalam kerangka proses penelitian, l Teori dasar dan analisis bagaimana penelitian sebaiknya dilakukan, . l Pada dasarnya metodologi semua disiplin ilmu adalah sama.

Metode Penelitian Hk METODOLOGI ILMU SOSIAL Masalah Tujuan Kerangka Teori Hipotesis Cara/ Metode Simpulan Metode Penelitian Hk METODOLOGI ILMU SOSIAL Masalah Tujuan Kerangka Teori Hipotesis Cara/ Metode Simpulan I. H EMPIRIS Idem Bahan / data Idem Instrumen Sampling, Responden, informan Variabel IH NORMATIF Idem Jalannya Analisis data METODE PH NORMATIF BERBEDA Idem

METODE PENELITIAN Alat untuk mencari jawab. Suatu cara atau jalan untuk memecahkan masalah yang METODE PENELITIAN Alat untuk mencari jawab. Suatu cara atau jalan untuk memecahkan masalah yang ada dengan cara mengumpulkan, menyusun, mengklarifikasikan dan menginterprestasikan data. Metode yang bersifat ilmiah dan sistematis Berarti sesuai dengan pedoman atau aturan yang berlaku untuk suatu karya ilmiah

1. Jenis Penelitian Hukum Normatif Penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek, 1. Jenis Penelitian Hukum Normatif Penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek, yaitu aspek teori, sejarah, filosofi, perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan materi, konsistensi, penjelasan umum dan pasal demi pasal, formalitas dan kekuatan mengikat suatu UU, serta bahasa hukum yang digunakan, tetapi tidak mengkaji aspek terapan atau implementasinya. Penelitian Hukum Empiris Penelitian hukum empiris mengungkapkan hukum yang beroperasi ( law in action) dalam masyarakat atau perilaku hukum dalam masyarakat.

Berdasar Sifatnya Penelitian Eksploratif Dilakukan jika pengetahuan suatu gejala kurang sekali atau belum ada Berdasar Sifatnya Penelitian Eksploratif Dilakukan jika pengetahuan suatu gejala kurang sekali atau belum ada Penelitian Deskriptif Penelitian untuk memberikan data yang seteliti mungkin dengan menggambarkan gejala tertentu Penelitian Eksplanatoris Penelitian yang dimaksudkan untuk menguji hipotesis-hipotesis tertentu

Berdasar bentuknya Diagnostik Penelitian untuk mendapatkan keterangan mengenai sebab terjadinya suatu gejala tertentu Preskriptif Berdasar bentuknya Diagnostik Penelitian untuk mendapatkan keterangan mengenai sebab terjadinya suatu gejala tertentu Preskriptif Penelitian untuk mendapatkan saran-saran dalam mengatasi masalah tertentu Evaluatif Penelitian yang dilakukan untuk menilai program/aktifitas yang dijalankan

2. LOKASI PENELITIAN Penelitian Normatif : • Tidak begitu diperlukan • Data sekunder dapat 2. LOKASI PENELITIAN Penelitian Normatif : • Tidak begitu diperlukan • Data sekunder dapat diakses dari berbagai l Penelitian Hukum Sosiologis/Empiris : • Diperlukan disebut secara spesifik • Untuk membatasi keberlakukan simpulan peneli • Untuk mengetahui ketepatan dalam mengambil d

3. JENIS DATA PENELITIAN Pengertian : • Datum (Bhs. Latin) yang berarti 3. JENIS DATA PENELITIAN Pengertian : • Datum (Bhs. Latin) yang berarti "sesuatu yang diberikan". Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek • Informasi atau keterangan tersebut didapatkan dari hasil pengumpulan data dg cara 2 tertentu. • Informasi atau keterangan tsb akan dijadikan dasar dlm menjawab secara obyektif masalah atau pertanyaan penelitian setelah melalui proses pengolahan dan analisis data. Data penelitian dapat dilihat dari : • Wujudnya : Perilaku dan Dokumen • Jenisnya : Kualitatif dan Kuantitatif • Sumbernya : Primer dan Sekunder • Cara pengumpulannya : Studi Pustaka dan Studi Lapangan • Cara pengolahannya : Statistik dan Non-statistik

WUJUD DATA 1. Perilaku manusia dan ciri 2 -ya, mencakup : a. Perilaku verbal. WUJUD DATA 1. Perilaku manusia dan ciri 2 -ya, mencakup : a. Perilaku verbal. Yaitu perilaku yg disampaikan secara lisan dan kemudian dicatat. Misal : pencatatan hasil wawancara thd seorang nara sumber. b. Perilaku nyata dan ciri 2 -nya yg dapat diamati. Misal: interaksi antara dua orang, ciri-ciri badaniyah seseorang, pencatatan thd frekuensi perbuatan 2 tertentu, dsb.

WUJUD DATA 2. Hasil perilaku manusia dan ciri 2 -nya, a. Peninggalan 2 fisik WUJUD DATA 2. Hasil perilaku manusia dan ciri 2 -nya, a. Peninggalan 2 fisik yg berasal dari masa silam, meliputi : 1. Erosion, misal : frekuensi peminjaman buku 2 tertentu dari perpustakaan, yg merupakan salah satu petunjuk bahwa buku 2 tsb disukai (populer) 2. Accretion, sbg hasil pengukuran thd, misal : jumlah botol bir yg dibuang sbg salah satu petunjuk taraf konsumsi bir di suatu tempat. Dapat dijumpai pada lokasi gedung 2, jalan raya, rel kereta api, dan ciri 2 ekologis lainnya. b. Arsip dan Dokumen, digolongkan : 1. Data sensus, statistik , data ekologis dan demografis, dokumen pribadi, spt : otobiografi, catatan harian, dan sejarah kehidupan sesorang atau suatu kelompok. 2. Bahan mass-media, seperti surat kabar, majalah, catatan isi siaran radio, TV, dan film. 3. Data penjulan, angka 2 bunuh diri, data pasien dokter, data cara pemilihan di lembaga legeslatif, data kecelakaan pesawat, dsb. 4. Dokumen resmi : perundang-undangan

JENIS DATA Terdapat 2 macam data, yaitu : • Data Kualitatif Yaitu data yg JENIS DATA Terdapat 2 macam data, yaitu : • Data Kualitatif Yaitu data yg tdk berbentuk angka yg dpt diperoleh dari rekaman, pengamatan, wawancara, atau bahan tertulis (uu, dokumen, buku-buku dsb) yang berupa ungkapan-ungkapan verbal. • Data Kuantitatif Yaitu data yg berbentuk angka yg dpt diperoleh dari hasil penjumlahan atau pengukuran suatu variabel. Dapat diperoleh dengan cara angket/skala, Tes dan observasi.

Sumber Data Penelitian Hukum Doktrinal Dapat berupa : - Data Primer Yaitu data yg Sumber Data Penelitian Hukum Doktrinal Dapat berupa : - Data Primer Yaitu data yg diperoleh seorang peneliti langsung dari sumbernya tanpa perantara pihak lain, Misal dg cara : wawancara, observasi, pengamatan, angket dsb. - Data Sekunder Yaitu data yg diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dari sumbernya, tetapi melalui sumber lain Misal: buku-buku teks, jurnal, majalah, koran, dokumen, peraturan perundangan dsb. Catatan Penting: Khusus utk penelitian hukum normatif, sumber data dpt diperinci menjadi 2 macam: - Bahan Hukum Primer Yaitu bahan 2 hukum yg mempunyai kekuatan mengikat secara yuridis, yg terdiri- dari : • Norma dasar (Pancasila) • Peraturan Dasar : Batang Tubuh UUD, TAP MPR • Peraturan perundang-undangan • Hukum yang tidak dikodifikasi : hukum adat, hukum Islam • Yurisprudensi • Traktat - Bahan Hukum Sekunder Yaitu bahan 2 yg erat kaitanya dg bahan hukum primer dan dpt membantu menganalisis dan memahami bahan hukum primer, dapat berupa: • Rancangan peraturan per-UU • Hasil karya ilmiah para sarjana • Hasil-hasil penelitian • Jurnal, dsb.

SUMBER DATA Sumber Data Primer Sumber data yang diperoleh secara langsung dari responden / SUMBER DATA Sumber Data Primer Sumber data yang diperoleh secara langsung dari responden / informan (di lapangan) Sumber Data Sekunder Pendapat para ahli, dokumen, tulisan-tulisan dalam buku ilmiah, dan literatur-literatur yang mendukung data. Gregory Churchill : 1. Bahan Hukum Primer 2. Bahan Hukum Sekunder 3. Bahan Hukum Tersier

Jenis Data Sekunder Bersifat Pribadi Berbentuk Dokumen pribadi(Surat, buku harian) Data pribadi Bersifat Publik Jenis Data Sekunder Bersifat Pribadi Berbentuk Dokumen pribadi(Surat, buku harian) Data pribadi Bersifat Publik Berbentuk arsip Resmi Lainnya yang dipublikasikan. Misalnya yurisprudensi MA Data Sekunder tidak sama dengan bahan hukum sekunder. Bahan hukum sekunder merupakan bagian dari sumber data sekunder

METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA No Metode Instrumen Kuesioner/Angket Sumber Data 1 Kuesioner/Angket 2 METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA No Metode Instrumen Kuesioner/Angket Sumber Data 1 Kuesioner/Angket 2 Interview / Wawancara Pedoman Wawancara Responden (mhs, petani, pejabat, dsb) 3 Observasi Panduan Observasi Benda, kondisi, situasi, proses, perilaki 4 Studi Dokumen Form Pencatat Dokumen Catatan resmi, dokumen, UU, Putusan hakim, buku, jurnal, dsb 5 Virtual Tracking Mesin Pencari Responden (mhs, petani, pejabat, dsb) Informasi / bahan hukum (open legal source).

Metode Pengumpulan Data (Sutrisno Hadi, 1998: 67) : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Metode Pengumpulan Data (Sutrisno Hadi, 1998: 67) : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Angket, yaitu pengumpulan data melalui daftar pertanyaan Interview, yaitu pengumpulan data yang bercakap-cakap dengan sumber data baik langsung maupun tidak langsung Observasi, yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati kegiatan tertentu Test, yaitu pengumpulan data yang bersifat potensial Eksperimen, yaitu pengumpulan data yang memakai cara dengan mengadakan suatu percobaan terhadap sesuatu hal Dokumenter, yaitu pengumpulan data dengan mengambil data yang sudah tercatat dalam

Rumus : I (instrumen) = f (fungsi) x (D) (Data) • Instrumen pengumpul data Rumus : I (instrumen) = f (fungsi) x (D) (Data) • Instrumen pengumpul data digunakan berdasarkan kebutuhan data yg akan dikumpulkan. • Tiap instrumen memiliki karakteristik berbeda, kelebihan dan kekurangan masing-masing harus dipilih yang paling sesuai dengan spesifikasi data/bahan hukum yang diperlukan.

1. KUESIONER (ANGKET) Pengertian l Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh 1. KUESIONER (ANGKET) Pengertian l Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang diketahui”. Suharsimi Arikunto (1999: 140 l Kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket atau kuesioner. Jenis kuesioner dapat dibeda-bedakan dari berbagai sudut pandang : Dipandang dari cara menjawabnya, maka ada: l Kuesioner terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri. l Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabanya sehingga responden tinggal memilih. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada: l Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya l Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain Dipandang dari bentuknya maka ada: l Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesionr tertutup. l Kuesioner isian yang dimaksud adalah kuesioner terbuka. l Chek list sebuah daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda chek pada kolom yang sesuai. l Rating scale (skala bertingkat) yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KUESIONER Kelebihan kuesioner sebagai berikut: l Tidak memerlukan hadirnya peneliti. l KELEBIHAN DAN KELEMAHAN KUESIONER Kelebihan kuesioner sebagai berikut: l Tidak memerlukan hadirnya peneliti. l Dapat dibagikan secara serentak kepada responden. l Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing menurut waktu senggang responden. l Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas, jujur dan tidak malu menjawab. l Dapat dibuat berstandar sehingga semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama. Kelemahan kuesioner adalah sebagai berikut: l Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali padanya. l Seringkali sukar dicari validitasnya l Walaupun dibuat anonim, kadang-kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur l Angket yang dikirim lewat pos pengembaliannya sangat rendah, hanya sekitar 20%. Seringkali tidak dikembalikan tertutama jika dikirim lewat pos menurut penelitian l Waktu pengembaliannya tidak sama-sama, bahkan kadang-kadang ada

Langkah Menyusun Angket/Kuesioner 1. Menyusun matrik spesifik data 2. Menyusun angket 3. Try out Langkah Menyusun Angket/Kuesioner 1. Menyusun matrik spesifik data 2. Menyusun angket 3. Try out (uji coba angket) 4. Revisi angket 5. Memperbanyak angket

Langkah Menyusun Angket/Kuesioner Ad, 1 Menyusun matrik spesifik data l Matrik spesifik data berguna Langkah Menyusun Angket/Kuesioner Ad, 1 Menyusun matrik spesifik data l Matrik spesifik data berguna untuk melihat atau memperjelas permasalahan yang akan dituangkan di dalam angket, antara lain konsep-konsep yang diteliti, variabel apa saja yang perlu diukur dan diidentifikasi l Batas konsep yang akan diteliti l Variabel-variabel yang perlu diidentifikasi dan diukur yaitu Variabel bebas dan variabel terikat Ad. 2. Menyusun angket l Kisi-kisi instrumen : berisi tentang konsep yang dijabarkan dalam variabel-variabel, indikator-indikator yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Masing-masing indikator selanjutnya dijadikan pedoman dalam menyusun angket. l Item angket : item-item angket sebagai alat ukur didasarkan atas kisi-kisi angket yang telah dibuat sebelumnya. l Setelah indikator-indikator ditetapkan kemudian dituangkan ke dalam item-item angket yang disusun sesuai tujuan penelitian.

Ad. 3 Try Out (uji coba) angket l Sebelum penggunaan yang sebenarnya sangat mutlak Ad. 3 Try Out (uji coba) angket l Sebelum penggunaan yang sebenarnya sangat mutlak adanya uji coba terhadap isi maupun bahasa redaksi dari angket yang telah selesai disusun. Tujuan diadakan try out ini adalah sebagai berikut (Sutrisno Hadi, 1998: 166) : l Untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kurang jelas maksudnya. l Untuk meniadakan penggunaan kata-kata yang terlalu asing, terlalu akademik, atau kata-kata yang menimbulkan kecurigaan. l Untuk memperbaiki pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilewati atau hanya menimbulkan jawaban-jawaban yang dangkal. l Untuk menambah item yang sangat perlu atau meniadakan item yang ternyata tidak relevan dengan tujuan penelitian. l Melalui try out ini angket juga diuji validitas dan rehabilitasnya. Instrumen yang baik mempunyai validitas dan rehabilitas yang tinggi.

Ad. 4. Revisi angket l Hasil uji coba angket dijadikan dasar untuk merevisi angket. Ad. 4. Revisi angket l Hasil uji coba angket dijadikan dasar untuk merevisi angket. Revisi angket dilakukan dengan jalan menghilangkan item-item pertanyaan yang tidak valid selama masih ada item yang mewakili. ad. 5 Memperbanyak angket l Setelah angket direvisi maka langkah selanjutnya adalah memperbanyak angket yang telah direvisi tersebut sesuai dengan jumlah yang dikehendaki, juga perlu diperhitungkan kemungkinan tak kembalinya angket.

2. INTERVIEW ATAU WAWANCARA l l Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah 2. INTERVIEW ATAU WAWANCARA l l Interview adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk-dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka (face to face relationship) antara si pencari informasi (interviewer atau information hunter) dengan sumber informasi (interviewee) (Hadari Nawawi, 1995: 124). Interview adalah “sebuah dialog (interview) yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewee)” (Suharsimi

Wawancara / Interview • Wawancara adalah cara memperoleh informasi / data dg bertanya langsung Wawancara / Interview • Wawancara adalah cara memperoleh informasi / data dg bertanya langsung pd yg diwawancarai. • Hasil wawancara ditentukan oleh faktor 2 yg berinteraksi & mempengaruhi arus informasi, yi: pewawancara, yg diwawancarai, topik penelitian yg tertuang dlm daftar pertanyaan dan situasi wawancara. • Syarat mjd pewawancara yg baik : ketrampilan mewawancarai, motivasi yg tinggi dan rasa aman yi tdk ragu 2 dan takut menyampaikan pertanyaan.

YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT WAWANCARA : 1. Berpakaian sederhana dan rapi; 2. Bersikap rendah YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT WAWANCARA : 1. Berpakaian sederhana dan rapi; 2. Bersikap rendah hati; 3. Bersikap hormat pada yang diwawancarai; 4. Bersikap ramah dlm sikap dan ucapan tetapi efisien tanpa banyak basa-basi; 5. Bersikap penuh pengertian thd yg diwawancarai dan bersikap netral dan adil thd semua yg diwawancarai; 6. Bersikap sbg pendengar yg baik pd waktu yg diwawancarai memberikan jawaban.

Syarat-Syarat Wawancara l l Sblm wawancara dilakukan pewawancara sdh hrs tahu hal 2 yg Syarat-Syarat Wawancara l l Sblm wawancara dilakukan pewawancara sdh hrs tahu hal 2 yg akan ditanyakan. Pewawancara tdk boleh mengarang pertanyaan seadanya. Harus terlebih dahulu diciptkan hubungan baik. Hal ini penting utk menghilangkan kecemasan yg diwawancarai, memberikan jaminan bhw jawaban 2 -nya tdk akan menimbulkan konsekuensi yg merugikan dirinya dan membangkitkan keinginan bekerjasama. Selama wawancara berlangsung pewawancara hrs waspada dlm menghadapi saat 2 kritis, yaitu saat dimana yg diwawancarai mulai mengalami kesukaran utk tetap memberikan jawaban yg sebenarnya. Dlm hal demikian pewawancara hrs mampu memelihara situasi yg baik dg berbagai cara. Penutup wawancara hendaknya mrp usaha agar yg diwawancarai tdk merasa “habis manis sepah

MACAM-MACAM WAWANCARA Wawancara tdk terarah / tdk terpimpin / tdk berstruktur. • Ciri utamanya MACAM-MACAM WAWANCARA Wawancara tdk terarah / tdk terpimpin / tdk berstruktur. • Ciri utamanya adalah seluruh wawancara tdk didasarkan pada suatu sistem atau daftar pertanyaan yg telah disusun lebih dahulu. Pewawancara tidak memberikan pengarahan yg tajam, tetapi diserahkan pd yg diwawancarai utk memberikan penjelasan menurut kemauannya sendiri. Keuntungannya : • • • Mendekati keadaan yg sebenarnya krn didasarkan pd spontanitas yg diwawancarai. Lebih mudah utk mengidentifikasikan masalah yg diajukan oleh pewawancara. Lebih banyak kemungkinan utk menjelajahi aspek 2 dari masalah yang diajukan. Kelemahannya : • Sukar utk membandingkan hasil wawancara yg satu dg lainnya; • Sering terjadi tumpang tindih dlm pengumpulan data; • Sukar utk mengolah data & mengadakan klasifikasi, shg hrs disediakan banyak waktu dan tenaga yg sebenarnya tdk perlu.

WAWANCARA TERARAH Tipe wawancara ini terdapat pengarahan atau struktur tertentu, yi : • • WAWANCARA TERARAH Tipe wawancara ini terdapat pengarahan atau struktur tertentu, yi : • • • Rencana pelaksanaan wawancara Mengatur daftar pertanyaan serta membatasi jawaban-jawaban Memperhatikan karakteristik pewawancara maupun yg diwawancarai Membatasi aspek 2 dari masalah yang ditanyakan Biasanya mempergunakan daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan lebih dahulu.

WAWANCARA YANG DIFOKUSKAN • • Yaitu wawancara dimana yg diwawancarai mempunyai pengalaman 2 dlm WAWANCARA YANG DIFOKUSKAN • • Yaitu wawancara dimana yg diwawancarai mempunyai pengalaman 2 dlm melakukan tingkah laku 2 yg dilakukan bersama-sama dg pelaku utama yg menjadi obyek penelitian ini utk mengetahui akibat 2 dari pengalaman 2 itu pd para pelaku peserta dg cara menyoroti akibat 2 aktual dari pengalaman 2 yg digambarkan oleh para pelaku peserta. Wawancara ini difokuskan pd asumsi bhw dg mempergunakan teknik ini akan diungkapkan reaksi 2 pribadi, perasaan 2 dan faktor 2 mentalitas. Untuk itu diperlukan persiapan dari pihak pewawancara berupa kepekaan thd situasi yg dihadapi.

WAWANCARA MENDALAM (DEPTH INTERVIEW) • • Wawancara ini dirancang utk membangkitkan pernyataan 2 secara WAWANCARA MENDALAM (DEPTH INTERVIEW) • • Wawancara ini dirancang utk membangkitkan pernyataan 2 secara bebas yg dikemukakan bersungguh-sungguh secara terus terang. Tujuannya utk mengungkapkan aspek 2 penting dari suatu situasi psikologis yg tdk mungkin diketahui utk memahami tingkah laku 2 yg diamati serta pendapat 2 dan sikap 2 yg dilaporkan. Wawancara ini memerlukan keahlian & ketrampilan ttt dari pihak pewawancara. Bila kemampuan dan ketrampilan tsb tdk dimiliki, sebaiknya tdk dipergunakan wawancara mendalam sbg teknik pengumpulan data penelitian.

WAWANCARA YANG DIULANG-ULANG • • Wawancara ini berguna utk menelusuri perkembangan proses 2 sosial WAWANCARA YANG DIULANG-ULANG • • Wawancara ini berguna utk menelusuri perkembangan proses 2 sosial atau psikologis ttt agar diketahui segi 2 dinamis dari aksi 2 manusia serta faktor 2 yg mempengaruhi pola 2 tingkah laku ttt di dlm situasi ttt. Wawancara demikian ini memakan waktu lama, biaya yg tinggi dan membutuhkan banyak tenaga yg mempengaruhi pembentukan pola 2 tingkah laku. Datanya dapat ditabulasikan dianalisis secara kuantitatif, shg dpt ditarik generalisasi secara statistik.

3. Observasi (Pengamatan) Pengertian l Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek 3. Observasi (Pengamatan) Pengertian l Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek baik secara langsung maupun tidak langsung disebut pengamatan atau observasi"(Mohamad Ali, 1995 : 91). l Pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena yang diselidiki” (Sutrisno Hadi, 1998: 136). l Teknik atau cara ini banyak digunakan baik dalam penelitian sejarah, deskriptif ataupun eksperimental, karena dengan pengamatan memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat. Jenis observasi dibagi dua yaitu: l Observasi langsung merupakan pengamatan terhadap perilaku dan kondisi lingkungan yang tersedia di lokasi penelitian untuk diteliti. Dalam penelitian ini peneliti bersifat pasif sebagai pengamat. l Observasi berperan merupakan pengamatan dengan cara khusus dimana peneliti tidak bersifat pasif sebagai pengamat namun memainkan peran yang mungkin dalam berbagai situasi bahkan berperan menggairahkan peristiwa yang sedang dipelajari.

Pengamatan / Observasi Syarat 2 pengamatan ilmiah: 1. Harus didasarkan pada kerangka penelitian ilmiah; Pengamatan / Observasi Syarat 2 pengamatan ilmiah: 1. Harus didasarkan pada kerangka penelitian ilmiah; 2. Harus dilakukan secara sistematis, metodologis dan konsisten; 3. Pencatatan data hasil pengamatan harus dilakukan secara sistematis, metodologis, dan konsisten; 4. Dapat diuji kebenarannya secara empiris. Ruang lingkup & ciri 2 pokok pengamatan ilmiah : 1. 2. 3. 4. Mencakup seluruh konteks sosial, di mana tingkah laku yg diamati terjadi; Mengidentifikasi semua peristiwa penting yg mempengaruhi hubungan antara orang 2 yg diamati; Mengidentifikasi apa yg benar mrp kenyataan; Mengidentifikasi keteraturan 2 dg cara mengadakan perbandingan dg situasi 2 sosial lain. Dalam pengamatan, perlu dipertimbangkan hal 2: 1. 2. 3. Masalah yg diteliti; Ketrampilan & ciri 2 pengamat; Ciri 2 yg diamati, misal : faktor pekerjaan, ekonomi, politis & hukum, kebudayaan khusus, dan normatif.

Bentuk 2 Pengamatan : Pengamatan sistematis & Tdk sistematis • • Pengamatan sistematis mrp Bentuk 2 Pengamatan : Pengamatan sistematis & Tdk sistematis • • Pengamatan sistematis mrp pengamatan terstruktur krn terikat oleh suatu struktur tertentu sbg suatu kegiatan. Pengamatan tdk sistematis dilakukan secara tdk sengaja & utk maksud 2 yg kurang jelas bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Pengamatan terlibat & tidak terlibat • • Pada pengamatan terlibat, pengamat mjd bagian dr konteks sosial yg sdg diamati. Ada situasi ttt yg membuat peneliti sukar sekali untuk menjadi pengamat terlibat, misal : pengamatan thd pelanggar 2 hukum spt: pembunuh, perampok, pencuri, pelacur, penjudi dsb. Pada pengamatan tdk terlibat, pengamat tdk beralih menjadi anggota kelompok yg diamati. Hal ini kerapkali menimbulkan kesulitan bagi pengamat krn hubungan antara pengamat dg yg diamati mjd formal & kaku, dan mungkin pula timbul kecurigaan 2 pd pihak yg diamati. Agar sikap curiga & prasangka dpt dihilangkan, pengamat hrs memiliki ketrampilan tertentu.

Kelebihan dan Kelemahan Observasi (Pengamatan) Kelebihan : l Derajat kepercayaan tinggi l Konteks sosial Kelebihan dan Kelemahan Observasi (Pengamatan) Kelebihan : l Derajat kepercayaan tinggi l Konteks sosial yang diamati belum dipengaruhi faktor lain (natural) l Tidak terbatas hanya pada manusia l Dapat menggunakan alat bantu Kelemahan : l Memerlukan waktu yang lama l Kurang efektif mengamati gejala pada individu seperti sikap, motivasi, pandangan dan sebagainya l Tidak dapat mengamati gejala yang peka / rahasia l Tidak dapat mengamati gejala masa lampau.

4. Studi Pustaka / Studi Dokumen Ø Yaitu kegiatan menelusuri, memeriksa, mengkaji data 2 4. Studi Pustaka / Studi Dokumen Ø Yaitu kegiatan menelusuri, memeriksa, mengkaji data 2 sekunder. Data sekunder umum yang dapat diteliti meliputi : 1. Data sekunder yg bersifat pribadi: a. b. Dokumen 2 pribadi, Kontrak 2 Bisnis Data pribadi yg tersimpan di lembaga 2 di tempat yg bersangkutan (pernah) bekerja. 2. Data sekunder yg bersifat publik: a. Data arsip b. Data resmi pd instansi 2 pemerintah c. Data yg dipublikasikan misal : UU, Perda, PP, Kepres, Yurisprudensi, dsb.

Studi Dokumen (Pustaka) Proses pengumpulan data : l Menentukan bahan hukum yang dicari l Studi Dokumen (Pustaka) Proses pengumpulan data : l Menentukan bahan hukum yang dicari l Mencari sumber bahan hukum (data sekunder) yang diperlukan l Melakukan content identification (dengan mempelajari substansi) l Mencatat data/bahan hukum dalam form pencatat dokumen l Mengklasifikasi data dalam form pencatat sesuai permasalahan yang diteliti.

Hal 2 yg perlu diperhatian dlm studi kepustakaan / Dokumen : 1. 2. 3. Hal 2 yg perlu diperhatian dlm studi kepustakaan / Dokumen : 1. 2. 3. 4. Data sekunder JANGAN dianggap sebagai data yg tuntas (apa adanya) Authentisitas data sekunder hrs diteliti secara kritis sblm diterapkan pada penelitian yg dilakukan sendiri. Apabila tdk ada penjelasan, sukar untuk mengetahui metode yg dipergunakan dlm pengumpulan & pengolahan data sekunder. Kerapkali sukar untuk mengetahui secara pasti lokasi terhimpunnya data sekunder.

Populasi Keseluruhan dari obyek pengamatan atau obyek penelitian yang memiliki ciri tertentu / Sample Populasi Keseluruhan dari obyek pengamatan atau obyek penelitian yang memiliki ciri tertentu / Sample sama Bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasinya. Probability sampling / Random Metode Non Probability sampling / Non Random

l l Sampling adalah “cara atau teknik yang digunakan dalam mengambil sampel” (Sutrisno Hadi, l l Sampling adalah “cara atau teknik yang digunakan dalam mengambil sampel” (Sutrisno Hadi, 1998: 75). Sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel agar memiliki representativitas terhadap populasi untuk memberi generalisasi. Manfaat sampling antara lain (Cohran dalam Mohamad Ali, 1995: 55) : a. Sampling menghemat biaya penelitian, b. Mempercepat pelaksanaan penelitian c. Memperluas ruang lingkup penelitian d. Memperoleh hasil yang lebih akurat (tepat). Macam teknik sampling ada dua macam yaitu teknik random sampling dan non random sampling (Sutrisno Hadi, 2000: 222225). Probability sampling / Random Dalam teknik ini semua individu dalam populasi baik secara individu maupun secara bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel

Probability sampling Non Probability sampling Random sampling ØSimple random sampling ØSystematic random sampling Stratified Probability sampling Non Probability sampling Random sampling ØSimple random sampling ØSystematic random sampling Stratified Random sampling ØProportional stratified random sampling ØNon-Proportional stratified random sampling Area/ cluster sampling ØSnowball sampling ØAccidental sampling ØQuota sampling ØPurposive sampling

Non Probability Sampling / Non Random Jenis-jenis sampel ini ada beberapa macam yaitu : Non Probability Sampling / Non Random Jenis-jenis sampel ini ada beberapa macam yaitu : a) Purposive Sampling l Sampel bertujuan atau purposive sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu. Teknik ini biasa dipakai karena beberapa pertimbangan, misalnya pertimbangan waktu, tenaga dana sehingga tidak dapat mengambil sampling yang besar dan jauh. l Pengambilan sampling /dengan ciri-ciri : Non Probability ditandai Non Random l Sampling tidak dapat ditentukan terlebih dahulu. l Pemilihan sampling secara berurutan dengan tujuan untuk memperoleh variasi sebanyaknya l Penyesuaian berkelanjutan dari sampel, semula sampel dapat sama kegunaannya tetapi dengan

Non Probability Sampling / Non Random b) Quota Sampling l Teknik sampling yang diambil Non Probability Sampling / Non Random b) Quota Sampling l Teknik sampling yang diambil pada sampel kuota berdasarkan pada jumlah yang ditentukan. Dalam pengumpulan data, peneliti menghubungi subyek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut. Biasanya yang dihubungi adalah yang mudah ditemui sehingga pengumpulan datanya mudah. Yang penting diperhatikan adanya jumlah (Quotum) yang telah ditetapkan. Ukuran sampel pada quota sampling biasanya. Non besar dengan Non Probability sampling / cukup harapan karakteristik sampel (statistik) sedapat mungkin Random mendekati karakteristik populasinya (parameter) ==> representativitas. c) Accidental Sampling l Yaitu suatu teknik non random sampling di mana yang dijadikan anggota sampel adalah siapa saja yang kebetulan dijumpai

7. Metode Aanalisis Data Yaitu bagaimana caranya mengolah data yang berhasil dikumpulkan untuk memungkinkan 7. Metode Aanalisis Data Yaitu bagaimana caranya mengolah data yang berhasil dikumpulkan untuk memungkinkan penelitian bersangkutan melakukan analisis yang sebaik-baiknya Umumnya dilakukan dengan cara: Pemeriksaan data (Editing) Mengoreksi apakah data yang terkumpul sudah cukup lengkap, sudah benar dan sudah sesuai dengan masalah.

Penandaan data (Coding) Memberi catatan atau tanda yang menyatakan jenis sumber data, dll Rekonstruksi Penandaan data (Coding) Memberi catatan atau tanda yang menyatakan jenis sumber data, dll Rekonstruksi data (reconstruction) Menyusun ulang data secara teratur, berurutan, logis, sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. Sistematisasi data (Sistematizing) Menempatkan data menurut kerangka sistematika bahasan berdasarkan urutan masalah.

PHa. Empiris Kualitatif interaksionis /simbolik 1 Komponen utama Reduksi data Sajian Data Penarikan Kesimpulan PHa. Empiris Kualitatif interaksionis /simbolik 1 Komponen utama Reduksi data Sajian Data Penarikan Kesimpulan 1. Flow Model Of Analysis (Mengalir) 2. Interactive Model Of Analysis

Proses pemilihan pemusatan perhatian pd penyederhanaan, pengabstrakan dan transportasi data “kasar” yang muncul dari Proses pemilihan pemusatan perhatian pd penyederhanaan, pengabstrakan dan transportasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Terus-menerus Bentuk teks naratif, dari teks yang belum Teratur Matriks Guna menggabungkan informasi yang padu dan mudah diraih Grafik Jaringan Bagan Dapat dilihat oleh peneliti apa yang sedang terjadi sehingga dapat menentukan penyimpulan

Masa Pengumpulan Data Reduksi Data Antisipasi Selama Pasca Sajian Data Selama = ANALISIS Pasca Masa Pengumpulan Data Reduksi Data Antisipasi Selama Pasca Sajian Data Selama = ANALISIS Pasca Verifikasi Selama Pasca

Pengumpulan Data Reduksi Data Sajian Data Verifikasi Upaya berlanjut, berulang, terus menerus pd saat Pengumpulan Data Reduksi Data Sajian Data Verifikasi Upaya berlanjut, berulang, terus menerus pd saat sebelum, sesudah pengumpulan data

1 b PH Empiris Kualitatif deskriptif Logika Berpikir Deduktif Induktif Tehnik interpretasi berdasar teori 1 b PH Empiris Kualitatif deskriptif Logika Berpikir Deduktif Induktif Tehnik interpretasi berdasar teori dan perundangan (theoritical interpretation) PHc. Empiris Kuantitatif deskriptif /inferensi 1 Menggunakan rumus statistik yang sesuai dengan tujuan penelitian data yang diteliti

2 PH Normatif Kualitatif • • Logika berpikir deduktif atau induktif Tehnik analisis data 2 PH Normatif Kualitatif • • Logika berpikir deduktif atau induktif Tehnik analisis data menggunakan : * Abstraksi * Penafsiran hukum (teleologis/sosiologis, sistematis, historis, komparatif, futuristis, restriktif dan ekstensif)

MATUR NUWUN MATUR NUWUN